Modernisasi jaringan XL

Sebagai pengguna internet yang lumayan sering tentu saja yang saya dambakan adalah koneksi internet yang stabil dan cepat. Dibandingkan dengan tiga tahun lalu kebutuhan internet saya juga lumayan meningkat karena belakangan ini saya lumayan sering dapat job yang berhubungan dengan koneksi internet. Misalnya, saya juga jadi buzzer buat beberapa produk karena uangnya juga cukup lumayan buat jajan sushi *lah*. Cerita soal jadi buzzer ini saya jadi teringat beberapa tahun yang lalu ketika kesempatan buat jadi buzzer melayang hanya karena saya tidak membuka email sampai dengan batas waktu yang ditentukan. Sejak saat itulah saya sebisa mungkin selalu terkoneksi dengan internet. Ya bukan apa-apa sih, meskipun uangnya sedikit kalau dikumpulin kan lumayan juga. Lanjut membaca

skeptis

Gara-gara lewat kuburan tadi, saya jadi teringat kejadian pada saat saya kecil dulu. Jadi di dekat rumah saya dulu ada beberapa kuburan cina yang sekarang sudah jadi perumahan. Dan ketika kami bermain di sekitar kuburan itu, ada salah seorang anak laki-laki yang lebih besar yang memperingatkan kami dan mengatakan kalau kami tidak boleh menunjuk nisan kuburan cina itu karena kalau menunjuk nisan itu maka jari kami akan membusuk. Dan entah tolol atau lugu, saat itu saya percaya saja. Ketika tidak sengaja menunjuk ke arah kuburan maka saya akan meniup-niup jari agar tidak membusuk. Ketika mengingat lagi peristiwa itu saya jadi berpikir, dari mana logikanya jari bisa membusuk. *toyor diri sendiri* *kutuk entah siapa yang bilang waktu itu*.

Entahlah, mungkin saya dulu memang gampang dibodohi. satu peristiwa berikut ini merupakan buktinya.

Ketika kami tinggal di Semarang dulu, dan sepertinya sekarang juga masih, setiap tahun diadakan Pusat Rekreasi Promosi dan Pembangunan Jawa Tengah atau singkatnya disebut dengan PRPP. Dan lagi-lagi saya termakan isu, katanya setiap anak pertama yang datang ke PRPP bakal diculik atau diapa-apain. Orangtua saya mengajak saya dan adik-adik saya jalan-jalan ke sana. Saya yang sudah termakan isu tentu saja ogah ikutan. Walaupun tidak memberitahu alasan utamanya ke orangtua saya. Akhirnya saya tinggal seorang diri di rumah sementara adik-adik saya nampaknya bersenang-senang di sana. Dan tentu saja saya cuma gigit jari ketika mereka bercerita bagaimana asyiknya selama berada di sana. Dan sekarang memikirkan ini, saya jadi bertanya, what was I thinking?

Dalam pembelaan diri saya tentu saja karena pada dasarnya saya gampang percaya. Dan juga saya tidak bertanya atau meminta penjelasan pada orangtua saya tentang kebenaran. padahal kalau dipikir-pikir ketika kecil dulu saya menganggap ayah saya sebagai orang yang tahu segalanya.

Tapi itu dulu, semakin besar memang membuat saya jadi skeptis dan mempertanyakan segala sesuatu sebelum memutuskan untuk percaya. Mungkin juga karena saya capek dibodohi seperti ketika saya kecil dulu.

6

Catatan: tulisan ini harusnya ditulis kemarin.

Ketika saya membuka dashboard blog ini, ternyata ada notifikasi dari wordpress kalau blog ini sudah berumur enam tahun. Tidak terasa ya, rasanya baru kemarin saya menuliskan posting pertama tentang ‘I love you because you are not perfect‘, dan sekarang blog ini sudah berumur enam tahun menyadarkan saya kalau saya sudah bertambah tua. Dan setelah enam tahun: Lanjut membaca

Kota Terang Hemat Energi Philips – Palembang

Seperti yang sudah saya tulis dalam posting sebelumnya, Hari Sabtu di Benteng Kuto Besak ada acara Penyinaran Jembatan Ampera bersama lampu Philips LED. Jadi jam tiga sore saya menyeret teman saya Arie untuk menemani saya datang ke acara ini. Harusnya mulai jam satu siang tapi Palembang panas banget jadi saya memilih pergi jam tiga sore saja.

Lanjut membaca

Wajah Baru Jembatan Palembang

Seperti pernah saya tulis sebelumnya, setiap kali melihat jembatan Ampera saya merasa seperti pulang ke rumah. Oleh karena itu setiap kali pulang ke rumah dari arah seberang Ilir saya biasanya lewat Benteng Kuto Besak supaya bisa melihat jembatan Ampera. Sejak beberapa tahun terakhir ini jembatan Ampera memang terlihat lebih indah dengan adanya lampu-lampu di malam hari. Dari jauh memang mirip dengan jembatan Golden Gate di San Franscisco.

new flyer Lanjut membaca

Solo

Being here, I can’t explain my own feeling. Actually there are mixed feelings on my mind. I feel the pain everytime I think of you while I am here. I feel the pain everytime i take a breath and i hate this feeling. It seems that i can feel your presence everywhere I go here in Solo. And I keep imagining that you were here with me now.

Maybe it’s because I miss you