Kalo pernah nonton Desperate Housewives pasti tau sama Bree Van de Kamp. Ibu rumah tangga yang mati-matian jadi ibu rumah tangga yang sempurna. Unfortunately, suaminya malah selingkuh. Padahal kurang apa coba? Ia sudah berusaha agar jadi istri yang ideal, di mata suami ataupun di mata orang lain. Kalo yang kutonton sih, Rex suaminya selingkuh karena capek dengan usaha istrinya yang selalu menjadi sempurna kapanpun.
Manusiawi gak sih? Bukankah orang selalu mencari figur dan sosok yang sempurna? But wait, benarkah itu…….. Apakah orang pasti selalu mencari yang sempurna. Dari dulu aku pribadi selalu beranggapan, kalo ada orang yang kelihatannya tanpa cela. Itu artinya orang itu sebenernya gak ada. Pasti cuma sosok yang dimunculkan biar ada, atau imajinasi orang. Tapi, mungkin juga aku yang selalu cari-cari kesalahan orang hati-hati kalo melihat orang lain. Ato aku yang sadar kalo diriku punya banyak kekurangan jadi orang lain pasti punya kekurangan juga……
Sayang, I know you are not perfect. That’s why I love you so, karena aku tahu kamu manusia biasa yang berdaging, bisa ngambek, bisa nangis juga (kapan itu…..). Jadi, jangan takut menjadi tidak sempurna. Jangan takut dianggap bodoh dan gak bisa apa-apa oleh orang lain…. Because, after all.. you are only a human







8 tanggapan so far ↓
titi // Juni 11, 2007 pada 8:46 am |
Nice move….
Kapan ya, aq juga bisa bikin blog…(mikir2…soalnya masih gaptek…he3)
I’ll wait 4 ur story from ur journey… i know u have a lot of experience especially when ur in “black area”….(waktu suka outreach maskudnya….”_”)…
luv u sis…
aku kan sudah tobat bin insyap. Gak mau lagi terjun ke lembah hitam….
Domba Garut! // Juni 11, 2007 pada 4:20 pm |
“Perfect” – I guess it only belongs to the One ABOVE
may the two of you be perfecting one-another.. and go further in harmony.
It is a pleasure to stop by here and my warm regards from West Africa..
nuhun ya kang…. udah mau mampir ke sini……
Neo Forty-Nine // Juni 15, 2007 pada 5:14 am |
Mungkin kita memang harus menyayangi kekurangan seseorang karena itu merupakan kelebihannya, bukan menyayangi kelebihan yang justru merupakan kekurangannya.
*Kesambet setan filsafat*
hah…. maksudnya…… *sambil garuk-garuk kepala*
mascatur // Juni 19, 2007 pada 12:49 am |
its ok ,no body perfect one but “the important thing is” mau berusaha menutupi kekurangan,berusaha dan berusaha,dalam agama saya (islam ) berusaha itu “recomended”bahkan “mandatory” so tetaplah berusaha dan hasilnya terserah tuhan ,bravo maju terus
aku juga islam kok mas………. aku sepakat, usaha sih boleh, tapi jangan jadinya nipu diri sendiri….
itikkecil // Juni 19, 2007 pada 1:10 am |
@all
kalo punya kekurangan itu manusiawi. aku cuma sayang aja sama orang2 yang mati-matian tampil sempurna…. padahal kan intinya nobody’s perfect…….
Love Me Better « Itik Kecil // Juni 19, 2007 pada 1:57 am |
[...] anak pada suatu pesta di pedesaan. Jatuh cinta dengan Brian karena melihat sepertinya Brian adalah sosok yang sempurna. Awalnya hubungan mereka kelihatan sempurna. Tapi lama-lama sifat impulsive dan sembrono Brian yang [...]
Death Berry Ille-Bellisima // Juni 25, 2007 pada 8:25 am |
Hmmm….benar. Kebanyakan orang mungkin ada yang meminta sesuatu yang sempurna. Mereka bodoh, mengapa tidak mencintai Tuhan mereka. Karena saya tahu hanya Tuhan yang paling sempurna.
Nice. Nice.
yup….. padahal gak ada orang yang sempurna
11 Juni satu tahun yang lalu « Itik Kecil // Juni 16, 2008 pada 3:59 am |
[...] postingan hello world dari wordpress saya mutilasi dengan semena-mena menjadi postingan berjudul I love you because you are not perfect. postingan yang ditujukan untuk belahan jiwa saya *terdengar suara muntah dari [...]