Pada mulanya, aku gak berminat untuk nulis dalam rangka menyambut kemerdekaan Indonesia. Untuk apa…. toh banyak blogger akan menuliskan tema yang sama. Dan pagi ini saja kulihat sudah ada yang nulis di sini, di sini dan di sini. Tapi dari hasil obrolan dengan Caplang di ym kemarin, aku terpikir untuk menulis tentang kemerdekaan dari sudut pandang yang lain. Tapi ada disclaimer dulu sebelumnya ya…..
Yang ditulis di bawah ini adalah pendapatku pribadi, bukan pendapat ataupun kebijakan UNFPA Sumatera Selatan
Pada awal tahun 2007, komunitas AIDS di Indonesia dikejutkan dengan distopnya bantuan oleh Global Fund. Alasannya adalah ditemukannya mismanagement dalam pengelolaan dana Global Fund di Indonesia. Selain itu ada juga konflik kepentingan yang dianggap membuat dana yang disalurkan menjadi tidak tepat sasaran.
Sebagian besar kegiatan pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia masih didanai oleh pihak luar. Beberapa di antaranya adalah lembaga donor seperti UN agencies, dan LSM Internasional. Ada juga lembaga yang didanai oleh negara yang bersangkutan seperti USAID dan AusAID. Global Fund sendiri adalah lembaga internasional yang dibentuk dalam rangka memerangi tiga penyakit paling mematikan, HIV/AIDS, malaria dan TBC.
Di Indonesia, beberapa kegiatan Global Fund adalah membantu VCT gratis di beberapa klinik dan rumah sakit. Selain itu, Global Fund juga memberikan subsidi untuk terapi ARV bagi ODHA. Dengan dihentikannya bantuan ini, beberapa klinik dan Rumah Sakit sempat bingung karena VCT gratis tidak ditanggung lagi. (terapi ARV sih sampai saat ini masih). Di Palembang tadinya ada tiga rumah sakit yang melayani VCT gratis. RS Muhammad Husin, RS RK Charitas dan RS Ernaldi Bahar. Karena sampai saat ini belum ada kabar dari Global Fund, hanya RSMH yang masih melayani VCT dan tidak gratis lagi. di milis aids-ina sudah ada beberapa orang yang teriak-teriak karena kehabisan ARV.
Kenapa ini bisa terjadi? jawabannya simpel, karena kita masih menggantungkan upaya pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS dari bantuan pihak luar. Saat ini KPA Nasional memang sudah mulai bergerak. tetapi sebagian besar dananya dari mana???? Hanya KPA sendiri yang bisa menjawab. Tapi setahuku, sampai saat ini KPA masih mendapat bantuan dari UNAIDS.
Masih ada yang mengatakan padaku…. untuk apa ngurusin orang yang terkena HIV. Pasti itu karena perilaku mereka yang buruk, pengguna narkoba ataupun gay dan pekerja seks. Itu dulu…. sekarang, HIV dan AIDS sudah mulai masuk ke populasi umum. Data terakhir di sini menunjukkan dari 9689 kasus sampai dengan Juni 2007, ada 155 yang penularannya dari transmisi perinatal (tanya cakmoki dulu ah….). Ini membuktikan kalau bukan hanya orang yang berisiko yang bisa tertular HIV. Bayi yang tidak berdosapun bisa terinfeksi HIV. Jadi HIV itu bukan masalah moral lagi….
Suatu saat donor akan pergi. Tapi kasus HIV dan AIDS akan semakin banyak. Aku pribadi tidak ingin suatu saat Indonesia menjadi seperti Afrika Selatan di mana 30% populasi terinfeksi HIV. Indonesia akan bangkrut karena dana APBN nya akan habis cuma untuk mengurusi orang HIV saja.
Salah satu kasus yang menarik adalah USAID. dulu USAID melalui Aksi Stop AIDS banyak melakukan program pencegahan ke kelompok berisiko di Indonesia. Tetapi pada saat Amerika dipimpin oleh mbah George Bush, arah kebijakannya berubah. USAID mulai mengurangi bantuan ke kelompok beresiko. Hal yang sama juga terjadi pada UNFPA. Dulu Amerika banyak memberikan bantuan dana kepada UNFPA. tetapi sejak peristiwa 911, dana yang tadinya dialokasikan untuk UNFPA dialihkan untuk memberantas terorisme. Jadi ingat surat Dr Steven Sinding pas tau mbah Bush terpilih untuk kedua kalinya…
. Di surat itu, intinya kita seharusnya berduka karena George Bush terpilih lagi…
Gak tau deh kenapa nulisnya jadi muter-muter gini…. tapi the point is jangan terlalu bergantung dengan donor asing. katanya Kita sudah merdeka 62 tahun. Itu artinya seharusnya juga kita juga merdeka dalam menentukan arah penanganan masalah AIDS di Indonesia. Tidak lagi tergantung pada donor. Menerima bantuan boleh saja soalnya kalau tidak pekerja di donor seperti saya akan kehilangan pekerjaan , tapi jangan jadikan bantuan itu sebagai sumber utama dalam penanganan masalah ini. Dan juga, demi nama baik Indonesia, kasus seperti Global Fund itu jangan terjadi lagi. malu-maluin, hanya ada satu negara yang distop bantuannya oleh Global Fund. Chad, di Afrika sana.







22 tanggapan so far ↓
caplang™ // Agustus 15, 2007 pada 6:13 am |
PERTAMAX!
Ah udah cape2 ngetik gprsnya ngedrop!! :twisted!
Nanti aja deh…
caplang™ // Agustus 15, 2007 pada 6:15 am |
Ah udah cape2 ngetik gprsnya ngedrop!! :twisted!
Nanti aja deh…
caplang™ // Agustus 15, 2007 pada 6:20 am |
Wah ternyata masuk
skalian hetrik deh
itikkecil // Agustus 15, 2007 pada 6:59 am |
@caplang
timpuk caplang…. *bletak*
ayahshiva // Agustus 15, 2007 pada 7:33 am |
itu lah mental sebagian besar orang indonesia, kalo masih ada yang kasih bantuan ngapain capek-capek usaha sendiri, mending tungguin aja bantuannya
itikkecil // Agustus 15, 2007 pada 7:51 am |
@ayahshiva
nah…. bagaimana kita bisa dikatakan merdeka kalo gitu????
Joerig™ // Agustus 15, 2007 pada 9:28 am |
ah … tentang “arti” “kata” “merdeka” …
itikkecil // Agustus 15, 2007 pada 9:30 am |
@Joerig
harriansyah // Agustus 15, 2007 pada 9:35 am |
emang ud merdeka ya ??
itikkecil // Agustus 15, 2007 pada 9:40 am |
@harriansyah
sudah merdeka belum ya????? hmm… tergantung melihat dari sudut pandang yang mana
vino // Agustus 15, 2007 pada 9:54 am |
merdeka sih belon. kalo ketergantungan bantuan iya.
*clingak clinguk takut ada satpol pp*
caplang™ // Agustus 15, 2007 pada 11:10 am |
@itikkecil
punya statistik jumlah penderita AIDS di Indonesia mulai dari pertama kali (tahun 1987?) AIDS terdeteksi sampe skarang?
atau angka2 itu rahasia negara?
cakmoki // Agustus 15, 2007 pada 5:19 pm |
Saya juga heran mbak, dana segitu masa Indonesia ga mampu ?
Mending gak usah mbangun MK, gak darurat dan ga menyangkut keselamatan manusia.
Menurut saya, terlepas masalah moral ataupun bukan, penderita wajib ditolong. Mereka saudara kita juga yg sedang tertimpa nestapa. Terlebih saat ini bisa menimpa siapa saja.
Berarti, dari sudut ini saja … rasa-rasanya sih: belum merdeka
itikkecil // Agustus 16, 2007 pada 12:45 am |
@vino
setubuh…. eh setuju…. biar dikatakan merdeka harusnya indonesia mulai memobilisasi dana untuk masalah ini.
@caplang
data itu ada dan bebas kok siapa saja boleh lihat. datanya ada di sini
Tapi masalahnya, data itu tidak menunjukkan angka kasus AIDS yang sebenarnya. Menurut hitungan WHO, angka kasus itu dikalikan 100 kali. Jadi kalau sampai Juni 2007 kasus AIDS ada 9689 kasus, artinya diperkirakan ada 968.900 kasus di Indonesia…… CMIIW
@cakmoki
kayaknya penyakit di Indonesia adalah suka salah dalam menentukan prioritas kegiatan
Ekspresi perjuangan « Bluenatics Distortion // Agustus 16, 2007 pada 10:52 am |
[...] itu saja. Kalau tadi ada yang merayakan dengan membuka sayembara, sementara ibu satu ini menyikapi kemerdekaan dari sudut yang lain. Tapi apa bener kita sudah merdeka ?, jangan dijawab dulu
. Bicara [...]
sezsy // Agustus 17, 2007 pada 4:16 am |
wah…dana bantuan buat pelestarian hewan langka juga distop…
tapi tenang aja ra..
dana APBN ga akan abis buat ngurusin HIV kok..
soalnya dana APBN udah keburu abis dikorupsi duluan…
dokterearekcilik // Agustus 18, 2007 pada 10:14 am |
Bantuan = proyek….komisinya dulu yg utama….Btw kalo udah HIV mewabah kayak di Afrika baru sadar kalo semua yang dilakukan untuk mencegah itu penting….semoga otak bos-bos kita cepet normal….apa perlu disetrum biar cepet sadar ya
itikkecil // Agustus 20, 2007 pada 1:43 am |
@sezsy
iya ya…… jadi kapan merdekanya?????
@dokterearekcilik
Dicari : Pemimpin Peduli « Itik Kecil // Desember 5, 2007 pada 8:07 am |
[...] tulisan saya terdahulu, sebagian besar dana penanggulangan HIV dan AIDS ditanggung oleh donor dan negara [...]
dr margareta dewi // April 2, 2008 pada 6:13 am |
sepertinya berita ini tidak benar, kami vct mawar rs rk charitas masih aktif tidak tutup seperti yang diceritakan. siapakah gerangan itik kecil si pembuat berita?sebenarnya tahu apa tidak mangenai vct mawar charitas?
itikkecil // April 2, 2008 pada 7:09 am |
@dr Dewi
Saya minta maaf kalau ternyata informasi yang saya kemukakan ternyata salah.
Saya menuliskan postingan ini pada bulan Agustus 2007. Saya mendapatkan informasi ini pada saat saya mengikuti rapat dengan semua klinik VCT di kota Palembang pada bulan Juni tahun 2007 yang diadakan oleh KPA kota Palembang. pada saat itu, wakil dari klinik mawar juga hadir. Pada rapat ini, wakil-wakil dari klinik VCT termasuk Charitas menyatakan bahwa dengan terhentinya dana dari Global Fund, semua klinik VCT untuk sementara menghentikan kegiatan VCT dan akan dirujuk ke RSMH.
pada tahun 2007 saya bekerja di UNFPA Sumsel dan sering bekerja bersama dengan KPA Kota Palembang. dan saya pernah bertemu dengan dokter Dewi pada salah satu pertemuan tersebut.
sekali lagi saya minta maaf kalau ternyata informasi ini salah.
Apology « Itik Kecil // April 2, 2008 pada 8:55 am |
[...] 2, 2008 oleh itikkecil Ini berhubungan dengan postingan yang sudah lama. Tapi karena hari ini saya dapet komen yang memprotes isi postingan itu, saya dengan rendah hati [...]