Atas permintaan fans-fans saya akhirnya saya mengupdate blog ini. Ada satu hutang lagi yang belum saya selesaikan. *lirik caplang*. Tapi itu akan saya selesaikan paling lambat akhir minggu ini.
,
Selama satu minggu kemaren saya sempat jalan-jalan ke daerah. Harus saya akui, saya takut naik kapal. Ya saudara-saudara, Ira Hairida Yuliani memang takut naik kapal. Tetapi demi tuntutan pekerjaan, akhirnya saya harus memaksakan diri naik ke speedboat itu untuk pergi ke desa Terusan Jawa. Desa ini adanya di kabupaten Ogan Komering Ilir. Kami naik speedboat di desa Muara Batun dan setelah melewati perjalanan yang cuma lima belas menit (itu sebabnya saya mau naik ke speedboat itu
) akhirnya kami sampai ke desa ini.
Kebetulan lembaga tempat saya bekerja sekarang punya program community empowerment di desa itu, dan kami datang ke sana untuk melihat program itu. Ternyata mereka punya program peningkatan ekonomi produktif yang memberdayakan ibu-ibu untuk mendapatkan penghasilan tambahan untuk keluarga dan ada juga kegiatan sosialisasi bahaya HIV dan AIDS karena ternyata kebanyakan laki-laki di desa ini pergi merantau ke Batam.
Cukup ceritanya. Karena saya tidak mau dianggap hoax, inilah foto-foto selama di sana.
nyengir selalu…..
a view from the boat….
setelah turun dari speedboat….
teteup kampanye safe motherhood dan no free sex
desa Terusan Jawa
look at these innocent faces!!!!
It’s time to say goodbye
Akhirnya tiba saatnya pulang. Sayangnya pas pulang sempat ada insiden overloaded, kebanyakan penumpang. Jadi ada speedboat lain yang mengangkut beberapa penumpang tambahan itu. Sampai di Muara Batun, sempat-sempatnya beli burung goreng (gak tau burungnya apaan). Dan ternyata, dari sana ke Palembang itu cuma tiga puluh menit saja. Terima kasih buat semua orang yang sudah banyak membantu selama perjalanan ini.














32 tanggapan so far ↓
venus // Desember 11, 2007 pada 6:56 am |
itu kamu yg di foto paling atas? hmmm…itik kecil, ternyata dirimu tak sekecil yang kubayangkan, hahahah…
cK // Desember 11, 2007 pada 7:43 am |
desa terusan jawa dimana? di jawa?
mbak, oleh-olehnya mana?
itikkecil // Desember 11, 2007 pada 7:55 am |
@venus
menurut temen-temen saya juga, nickname itu terlalu sok imyut
@cK
gak ngerti juga kenapa namanya terusan jawa. padahal lokasinya di deket Palembang
burung goreng, tapi sudah habis dimakan
caplang™ // Desember 11, 2007 pada 7:58 am |
apa kamu lirik-lirik!!
setuju sama simbok
pipinya lebih gembil dari yg dibayangkan
harriansyah // Desember 11, 2007 pada 8:02 am |
disono lg mendung yak
Dee // Desember 11, 2007 pada 8:35 am |
takut naik kapal, berarti takut air. Lha opo tumon, ada itik kok takut kecemplung air? sama saja ada merpati takut jatuh dari pohon…
itikkecil // Desember 11, 2007 pada 9:18 am |
@caplang
*
memang sekarang say overweight….
*jadi mikir-mikir buat diet
@harri
iya, makanya takut naik speedboat
@Dee
saya mau naek kapal yang gede.
saya gak takut sama air kok pakde…
apalagi kalo airnya dangkal
goop // Desember 11, 2007 pada 9:30 am |
Livelihood-kah tante??
tapi ada health-nya juga ya
wah menarik ini, brapa yg ikutan program itu??
_____________________
OOTnya:
oya itu burung yang dimakan, itik goreng barangkali
Sayap KU // Desember 11, 2007 pada 10:54 am |
Jalan-jalan yang menarik … sungguh, kapan-kapan ajak Ade ya mbak.
-Ade-
Sayap KU // Desember 11, 2007 pada 10:55 am |
Ade setiap hari loh mampir ke blog mbak ini, tapi emang jarang nulis yah?
-Ade-
extremusmilitis // Desember 11, 2007 pada 12:25 pm |
Hiks, enak ya Ra, kamu sempet jalan-jalan
Burung?
*di-rajam Ira pake kayu kapal*
suandana // Desember 11, 2007 pada 1:08 pm |
Berarti bentar lagi ganti nickname nih. Jadi itik ….
siawhietji // Desember 11, 2007 pada 1:31 pm |
wiiii asik sekali ya kerja sambil jalan-jalan…
*what a plain comment, huhuhu…
*
Tante, namaku blom di-’gulung’
Bindrang // Desember 11, 2007 pada 1:46 pm |
Kayaknya seru tuh.. bisa naik transportasi air. kerjaannya jalan- jalan terus ya?
salam…
GRaK // Desember 11, 2007 pada 7:37 pm |
mupeng
My Resolution : Homework from Hoek « A Balanced Blend Of Costly Java Aromatic Tobaccos // Desember 12, 2007 pada 2:11 am |
[...] Tante Ira, maapin Tante udah kurang ajar ngelempar sampah ke tempat Tante. [...]
itikkecil // Desember 12, 2007 pada 4:07 am |
@goop
ada dua kelompok yang dapet bantuan. Tapi saya gak terlalu hafal berapa jumlah anggota masing-masing kelompok itu.
@Sayap KU
ayo ke Palembang
tergantung mood
@musmus
tergantung kerjaan juga sih….
@suandana
*rajam adit*
@siawhietji
sudah tuh dimasukkin
@Bindrang
gak juga
@GRaK
Hoek Soegirang // Desember 12, 2007 pada 4:07 am |
hoohohoho…asekna jalan-jalan…..
*meratafi nasib cuma dudug manis di warnedh*
Nike // Desember 12, 2007 pada 4:45 am |
Bener kata si Mbok.
Ga sekecil yg saya bayangken
takochan // Desember 12, 2007 pada 5:26 am |
Mbak, ada pr. Tambah satu lagi hutangnya, hohoh!
Takut naek speedboat, kalo naek getek gimana mbak?
konsultan // Desember 12, 2007 pada 6:00 am |
harus naik speedboat? atau karena naik speedboat lebih cepet dibanding jalan darat?
belum musim duku dan duren di sana? Komering kan tempatnya buah surga ini
insya Allah 1-2 bulan lagi sempetin ke Palembang ah…
alief // Desember 12, 2007 pada 6:28 am |
kapan-kapan naik heli ya…
goop // Desember 12, 2007 pada 7:01 am |
Tante ada yg ketinggalan…
itu naek speedboat ko tidak pake pelampung??
apa sudah biasa seperti itu disana??
kan bahaya… bisa renang ga?
tenang aja, ada yg untuk ukuran tante itik yang “kecil” ko hehe
*kidding*
**jangan patahkan apalagi gebug saya pake tongkat saya**
mbelgedez // Desember 12, 2007 pada 9:22 am |
AIDS dah nyampe da sana, yah….???
http://mbelgedez.wordpress.com/2007/12/11/ndak-enak-again/
alex // Desember 12, 2007 pada 5:27 pm |
Wah… nyaris sama…
Kalo aku bukan takut naik kapalnya terus tenggelam, tapi mabuk lautnya itu yang mengerikan
…. errr… benarnya seram juga tenggelam, secara diri ini bukan perenang yang tangguh
Eh, itu kan desa dimana ada legenda si Pahit Lidah, ya? Komering Ilir apa Komering Ulu?
*ingat cerita masa kecil*
Kalau daerah yang namanya (CMIIW) Batu Raja itu dekat ndak?
Community Empowerment di sana dapat dukungan dari pemerintah setempat? Di daerahku, kawan-kawan yang bergerak di LP3A (Lembaga Pemberdayaan dan Pengembangan Perempuan Aceh) juga melakukan program yang sama, tapi dilirik sebelah mata sama pemda. Jangankan dana, untuk ngurus izin saja berbelit-belit.
Tapi begitu program pada akhirnya kelar dan masyarakat responnya bagus dengan hasil yang baik, ehh… diambil alih program tersebut dan dimasukkan dibawah ‘binaan pemda’.
Betewe… perumahannya memang perumahan tepian sungai seperti di Kalimantan ya?
Ehm, itu pose nongkrong di poto #5 cocok dengan imej pos ronda
deKing yang biasa2 saja // Desember 12, 2007 pada 7:24 pm |
Tempatnya asyik … kampanye-nya juga
warnetubuntu // Desember 12, 2007 pada 10:38 pm |
wow.. fotonya keren2.. btw, kapal itu disungai ya? btw, sungai di sumatra dan kalimantan gede2 ya… saya pernah punya teman asal kalimantan yg mengomentari saat saya ajak ke sungai brantas *sungai terpanjang dijawa*, katanya.. “ini sungai apa parit sih..” *pingsan*
itikkecil // Desember 13, 2007 pada 1:19 am |
@Hoek
yuk ikut jalan-jalan di sini
@Nike
@takochan
saya pernah hampir jatuh pas nyeberang sungai musi.
@konsultan
)
gak ada jalan laen selain naik speedboat itu
sekarang lagi musim embem (bener gak ya gitu nulisnya
@alief
wah…. lepel saya palingan naik speedboat atau naik kerbau
@goop
kayaknya sudah biasa di sana gak pake pelampung
*rajam goop*
@mbelgedez
sudah om
@alex
Pahit Lidah itu di Komering Ulu
Baturaja itu sekitar empat jam dari Palembang
Yang menseleksi kelompok yang dapet dana itu pemerintah setempat.
di pinggiran sungai Musi memang rata-rata seperti ini.
@deKing yang biasa2 saja
@warnetubuntu
itu sungai kecil. Kalo sungai Musi lebarnya bisa sampai lima ratus meter
aLe // Desember 14, 2007 pada 8:41 am |
gelap amit fotonya,
*tak donlot trus tak terangin*
huhu, ternyata Jeng itikgede senyumnya maut
warnetubuntu // Desember 14, 2007 pada 9:15 am |
*pingsan*
itikkecil // Desember 14, 2007 pada 9:48 am |
@aLe
@warnetubuntu
lo… kok malah pengsan di sini?
Top 10 Bloger « alex’s blog // Mei 30, 2008 pada 4:06 pm |
[...] saya akan mencontohkan blog ini. No bullshit. Karena kesetimbangan untuk postingan di blog dan turun ke perkampungan yang saya lihat dan saya hargai di [...]