Bloger uzur pasti kenal dengan peribahasa ini “Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya”. Arti peribahasa ini (kalo gak salah) adalah sekali kita berbuat kesalahan (baca : berbohong) seterusnya kita tidak akan dipercaya lagi *mohon perbaikan dari pak Sawali kalau salah*.
Saya akui, saya manusia biasa, bukan Deking yang sudah lama hiatus itu. Sebagai manusia biasa, sekali-sekali saya pernah terjeblos untuk berbohong juga. Tapi bohongnya masih taraf biasa *membela diri*. Misalnya ditanyain lagi di mana, instead of mengaku lagi keluyuran di mall saya lebih memilih untuk mengatakan kalau saya sedang sibuk di kantor. Kalau soal-soal penting tentu saja saya gak mau bohong. Mau ngaku-ngaku punya jet pribadi kan gak mungkin wong saya ke mana-mana naik angkutan umum. Mau mengaku kalau umur saya masih tujuhbelas juga saya ogah karena akibatnya bisa jadi saya tidak bisa masuk ke tempat-tempat tertentu.
Cukup dengan kebohongan saya, dalam kenyataan hidup sehari-hari seringkali saya berhadapan dengan kebohongan-kebohongan semacam ini. Kalau bohong kecil, misalnya berat badannya 70 kg ngaku 50 kg sih masih bisa saya maklumi. Tapi kalau setiap hari bohong? Misalnya mengaku masih bujangan padahal anak di rumah sudah berderet lima, mengaku kayaraya padahal jelas-jelas ngutang kanan-kiri, jujur saja itu membuat saya muak.
Dan kemuakan itu berakibat pada munculnya peribahasa di atas. Ya, kalau orang yang bersangkutan punya reputasi sebagai tukang bohong, saya akan sulit percaya. Jadi sejujurnya (saya benar-benar jujur kali ini), kalau si A yang terkenal sebagai tukang bohong mengatakan kalau hari ini ia makan nasi, saya akan bertanya-tanya dalam hati “ini beneran atau boong ya?”
Saya tahu saya berprasangka buruk, tapi ya itu tadi, sulit buat saya untuk mempercayai orang dengan reputasi sebagai tukang bohong. Ah jangan-jangan saya ini dikenal sebagai tukang bohong juga ya, kan katanya bloger itu penipu







66 tanggapan so far ↓
goop // Mei 14, 2008 pada 7:03 am |
apa yang harus dilakukan kemudian?
bila berkata dikira bohong
bila jujur dikira bohong
diamkah, semestinya?
indra1082 // Mei 14, 2008 pada 7:06 am |
DUKUNG TIM THOMAS DAN UBER INDONESIA!!!
takochan // Mei 14, 2008 pada 7:12 am |
eueueu.. *mencium aroma skandal*
*diinjek*
saya kenal beberapa yang pernah ngibul, dan parahnya tentang masalah sensitif. Dan.. ya.. menyebalkan
Nazieb // Mei 14, 2008 pada 7:12 am |
Hohohoho… kalo suka bohong, pasti dia bloger..
Au' // Mei 14, 2008 pada 7:16 am |
Bohong yg diperbolehkan itu cuma 3. Nggak kurang dan nggak lebih. Tapi kenyataannya sekarang yang ada malah kadang dikurangi atau malah ditambahi
itikkecil // Mei 14, 2008 pada 7:17 am |
@goop
well…. sebenarnya ini masalah saya. harusnya saya jangan suudzon sama orang. tapi ya itu.. sulit buat saya untuk percaya lagi sama orang yang punya reputasi jelek
itikkecil // Mei 14, 2008 pada 7:21 am |
@indra1082
oot!!!!
*sambit pake pot*
@takochan
memang bikin sakit hati
@Nazieb
seberapa besar derajat kebohongannya. kalo kurang dari 68% kan masih bisa dimaafin
@Au’
*ngakak*
kabarihari // Mei 14, 2008 pada 8:04 am |
kalo saya jujur, baik hati, tidak sombong serta rajin menabung
Biyung Nana // Mei 14, 2008 pada 8:09 am |
ah jadi ingat dulu…. keserinan diboongin sekarang bawaannya malah curigaan. sejak saat itu saya selalu mencari tau motif tersembunyi seseorang tiap kali mereka melakukan sesuatu. termasuk bohong itu sendiri.
edy // Mei 14, 2008 pada 8:12 am |
emang kamu ketipu sama siapa, tik?
ayahshiva // Mei 14, 2008 pada 8:16 am |
emang napa mbak?
pernah di bohongin yaa
sezsy // Mei 14, 2008 pada 9:06 am |
mengaku…bujangan…
kepada…setiap wanita…
ternyata…
cucunya segudang….. :p
achoey sang khilaf // Mei 14, 2008 pada 10:38 am |
sedikit demi sedikit lama lama menjadi buncit
jangan boong ah
natazya // Mei 14, 2008 pada 11:19 am |
hauahuhauha blogger penipu? sayang sekali kalau demikian…
hmmm tapi saya suka bohong
dalam sehari pasti ada sekali saya bohong
entah kenapa begitu saja adanya
kalau saya bilang tidak pernah bohong malah akan jadi satu kebohongan tambahan buat hari ini :p
andaluzzia // Mei 14, 2008 pada 11:37 am |
itu peribahasanya salah..
yang bener: “bagai lancung lupa akan kulitnya”
goldfriend // Mei 14, 2008 pada 11:41 am |
Mungkin saya berada di sisi sebaliknya, Ra. Bahkan ada yang mengatakan salah satu kelemahan terbesar saya adalah terlalu percaya sama orang. Memang belum sampai pada taraf dibohongi, tapi setidaknya nyaris-nyaris…
Apalagi kalau teman sendiri. Bagi saya, adalah suatu kesalahan kalau tidak mempercayai teman sendiri.
Kalau di buku Harry Potter, saya lebih cocok jadi sosok James Potter, yang terlalu percaya sama temannya sampai dia dikhianati….
Tapi, ada yang bilang kalau kepercayaan (trust) itu mahal harganya. Tapi saya nggak tahu seberapa mahal sehingga bisa dengan mudah diperjualbelikan….
Abeeayang™ // Mei 14, 2008 pada 11:52 am |
bohong ituh salah satu tanda orang2 munafik loch….tapi ada tiga boong yang bisa di maafkan
* berbohong demi menyenangkan pasangan
* berbohong demi menyelamatkan nyawa orang baik
* berbohong untuk menyatukan dua orang yang berselisih
Sawali Tuhusetya // Mei 14, 2008 pada 12:03 pm |
yaps, kebohongan sekecil apa pun, memang akan berdampak terhadap pencitraan karakter seseorang. apalagi, kalau kebohongan itu terus ditimbun setiap hari. btw, peribahasa itu sudah bener banget mbak. waduh, jadi malu mbak, kok tanyanya ke saya, hehehehe
bener juga tuh yang dikatakan mas abee.
cK // Mei 14, 2008 pada 1:00 pm |
wew…bener tuh mbak. saya kenal teman yang punya reputasi pembohong. awalnya saya pikir dia gak akan membohongi saya karena saya adalah temannya. tapi ternyata…
bohongnya gak kira-kira pula. makanya saya ini tipikal yang sekali dibohongi, susah untuk percaya. karena saya sudah dibohongi berkali-kali…
alex® // Mei 14, 2008 pada 1:35 pm |
Hmm… Siapa itu blogger uzur?
*lirik2 beberapa blogger*
*ingat lagu anggun*
Bah! Keuangan pake ngaku-ngaku juga ntarnya ketauan kalo tukang kredit datang
*lirik rekap bon*
Uhm, terkadang sulit utk tidak berbohong itu, Ra. Saya sendiri kadang-kadang mesti bohong kalo berhadapan dengan pembohong
gede bacotlainnya, apalagi jenis yang merendahkan orang lain dgn kebohongannya ituYa. Berbohong memiliki efek positif juga utk menenangkan diri, utk jadi tameng ego. Berbohong pada diri sendiri (atau menghibur diri, tepatnya?), misalnya dalam situasi sulit.
Tapi masalahnya, konsekuensi dari berbohong itu seperti apa, sering tak terpikirkan. Juga seberapa kebohongan itu akan bertahan.
Ah ya… Kadang2 jadi suka bersyukur dalam keseharian mulut saya cenderung lancang dan blak-blakan… Jadi mudah ketahuan bohongnya dan bisa ditegur sama kawan
Eh, barusan dibohongikah?
Apa ttg MLM?
*minggat dari umat MLM*
alex® // Mei 14, 2008 pada 1:37 pm |
Hmm… Siapa itu blogger uzur?
*lirik2 beberapa blogger*
*ingat lagu anggun*
Bah! Keuangan pake ngaku-ngaku juga ntarnya ketauan kalo tukang kredit datang
*lirik rekap bon*
Uhm, terkadang sulit utk tidak berbohong itu, Ra. Saya sendiri kadang-kadang mesti bohong kalo berhadapan dengan pembohong
gede bacotlainnya, apalagi jenis yang merendahkan orang lain dgn kebohongannya ituYa. Berbohong memiliki efek positif juga utk menenangkan diri, utk jadi tameng ego. Berbohong pada diri sendiri (atau menghibur diri, tepatnya?), misalnya dalam situasi sulit.
Tapi masalahnya, konsekuensi dari berbohong itu seperti apa, sering tak terpikirkan. Juga seberapa kebohongan itu akan bertahan.
Ah ya… Kadang2 jadi suka bersyukur dalam keseharian mulut saya cenderung lancang dan blak-blakan… Jadi mudah ketahuan bohongnya dan bisa ditegur sama kawan
Eh, barusan dibohongikah?
Apa ttg MLM?
*minggat dari umat MLM*
hanggadamai // Mei 14, 2008 pada 1:42 pm |
gak setuju…blogger itu bukan penipu
blogger itu tukang narsis
Abeeayang™ // Mei 14, 2008 pada 2:06 pm |
@ cK
malang benar nasib kau,
tantembaks….*dipentung*
rajaiblis // Mei 14, 2008 pada 2:22 pm |
well … itu sangat manusiawi sekaleee …
gak perlu dihentikan …
ntar … malah muncul tuhan baru …
halah … apa pula hubungannya !
wakkkakakakakaa …
rajaiblis // Mei 14, 2008 pada 2:24 pm |
[ hanggadamai ]
wah … apakah itu berarti eNTE sudah meragukan pendapat seseorang yang nyata2 sudah diberi gelar pakar ?
wakkakakakakakaa …
rajaiblis // Mei 14, 2008 pada 2:25 pm |
aNE paling demen bohong …
tapi nipu gak pernah …
ini beneran loh … !
wakkakakakakaaa …
maskoko // Mei 15, 2008 pada 12:52 am |
Solusinya cari bohong yang berpahala aja Ra’
tukangkopi // Mei 15, 2008 pada 1:03 am |
@cK
berarti kamu tipikal yang mudah dibohongi ya, chik..?
asyik..asyik..
CY // Mei 15, 2008 pada 2:01 am |
Eh, ini ada hubungannya dgn BBM yg bakal naik ya?? ttg benar tidaknya subsidi??
*dilempar eee*
itikkecil // Mei 15, 2008 pada 2:53 am |
@kabarihari
saya percaya
@Biyung Nana
saya sih tidak sampai segitunya. Tapi kalau tukang bohong yang ngomong, itulah yang biasanya akan saya pertanyakan.
@edy
gue mau curhat sama lo, elonya offline mulu
@ayahshiva
iyalah, saya pernah diboongi sama tukang bohong
@sezsy
malah nyanyi di sini.
@achoey
sebisa mungkin saya gak mau boong
@natazya
waduh… ada tokang boong yang ngaku
*ditimpa nata*
@andaluzzia
kamu gak lulus sd ya?
pasti nilai bahasa Indonesia kamu kurang dari enam ya?
*dirajam andaluzzia*
@goldfriend
sebenarnya sama bang, kalau orang itu tidak pernah
ketahuanberbohong dengan saya, saya akan percaya penuh. tapi kalau orang dengan reputasi sebagai tukang bohong yang bicara, sulit buat saya untuk percaya.@Abee
gitu ya… saya baru tau
@Sawali Tuhusetya
bapak kan guru, makanya saya konsultasi ke bapak
@cK
, berarti dirimu mengerti perasaanku kan Chik?
apakah kita membicarakan orang yang sama?
*menghembuskan gossip*
kayaknya bukan deh
@alex
tau gak, ada oknum bloger yang
ngakunyamasih muda gak tau sama peribahasa ini lo….. tapi kalo blogeruzurkayak saya, caplang, pak sawali, ibu eny, bang fertob, mas iman pasti tahu.*minggat sebelum disambit para bloger uzur*
Kalau bohongnya sekali-sekali sih gak masalah, apalagi kalau membohongi diri sendiri. itu kan urusan dia. tapi kalau bohong terus menerus setiap hari? tidak semua orang kan bisa dibodohi….
@hanggadamai
bukannya selain penipu narsis pula
@Abee
Abee jangan nakal gitu… kasihan tante Chika….
@rajaiblis
emang ada hubungannya?
apakah saya harus percaya omongan orang yang ngaku suka bohong?
@maskoko
memangnya ada bohong yang berpahala?
@tukangkopi
elo tuh ya…. dibilangin pliboi gak mau, tapi suka banget boongin cewek
*dirajam*
@CY
dari dulu saya sudah tidak percaya sama yang namanya politikus.
venus // Mei 15, 2008 pada 3:03 am |
a lie leads you to another lie, and another lie, and another lie….
AngelNdutz // Mei 15, 2008 pada 3:13 am |
kalo berbohong sama org yg suka bohong pasti ketauan (tny kenapa??)
ada trik nih kalo mo berbohong -disadap dari org yg gemar berbohong- kalo mau bohong, jgn tatap mata org yg akan dibohongi
*ditabok
zoel chaniago // Mei 15, 2008 pada 4:01 am |
kalau boong untuk kebaikan gimana yach???
Toga // Mei 15, 2008 pada 4:08 am |
Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya
Lha, kalo berkali-kali, berarti sampai di neraka pun bakal ga dipercayai, bahkan oleh kaum iblis sekalipun.
Tp org yang bohong berkali-kali itu punya satu sifat baik juga lho, Ira. Paling tidak mereka orang yang konsisten. Orang seperti itu perlu juga kok. (Perlu segera dibasmi!)
Omg2, predikat bloger uzur itu, somehow kok lucu ya.
itikkecil // Mei 15, 2008 pada 4:18 am |
@venus
itulah mungkin sebabnya ada orang yang punya reputasi sebagai tukang bohong mbok
@AngelNdutz
gak usah diajarin sudah tahu kalee
*tabok si ndut*
@zoel
seperti yang saya tulis, kalo bohong sekali-sekali sih urusan dia sendiri. yang bikin saya sebal adalah tukang bohong.
@Toga
*ngakak*
iya ya, paling tidak mereka konsisten
ah ya, saya lupa masukin bang toga dan simbok venus ke kategori bloger uzur
*kabur sebelum dihajar simbok dan bang toga*
edratna // Mei 15, 2008 pada 4:44 am |
Kebohongan pertama akan ditutupi oleh kebohongan lainnya…dan semakin sering bohong. Dan kadang orang seperti ini tak sadar, saat dia ngobrol dengan kita dengan melakukan kebohongan kedua…dan kemudian cerita lagi hal berbeda, yang kita sendiri jadi mikir yang bener yang mana ya.
Saya pernah ketemu dengan orang seperti ini, berpendidikan cukup tinggi, santun, wajah bersih….tapi ya akhirnya saya sekedar menyapa jika ketemu, daripada mikir yang enggak-enggak.
warmorning // Mei 15, 2008 pada 4:46 am |
.. saya jujur kok kalau saya kaya raya..
.. tp blom uzur2 banget dah..
)
indra kh // Mei 15, 2008 pada 5:59 am |
berbohong itu capek. Harus ngarang kebohongannya, dan siap-siap menutupi kebohongan dengan kebohongan lainnya yang juga harus mikir.
nenyok // Mei 15, 2008 pada 6:23 am |
Salam
rumpi:mode ON
Ya nda usah berbohong, so supaya ga perlu bohong pegang aja prinsip ini “Kita mesti mengatakan yang benar tapi tidak semua kebenaran mesti dikatakan” ya ga sie.
Sssstt btw kasih info dong gy gosipin sapa sie he..he.
GR // Mei 15, 2008 pada 6:27 am |
Pembohong itu aslinya adalah orang yang lemah, banyak kekurangannya. Jadi kalo dia ngibul itu karena takut kelemahan dirinya ketauan orang lain.
Tapi kalo bohong demi seperti yang disebutin oleh abee, nah itu baru pengecualian.. Hehe..
*hasil penerawangan pilon saya*
itikkecil // Mei 15, 2008 pada 6:52 am |
@edratna
sebetulnya saya kasihan sama para tukang bohong ini, saking asyiknya bohong mereka gak sadar kalau kebohongannya itu sudah terbuka akibat keseringan bohong.
@warmorning
saya percaya…
*takut dipelototin*
@indra kh
ada juga yang bohongnya gak pake mikir kok
@nenyok
makanya saya heran kenapa ada orang yang suka sekali bohong
@GR
makanya tukang bohong seperti itu sebenarnya patut dikasihani.
tintin // Mei 15, 2008 pada 7:41 am |
ati2x mbak ..
n’ saya setuju dengan abe ayang ..
mbak tukeran link boleh ..??
Robert Manurung // Mei 15, 2008 pada 8:05 am |
kalau orang bule menasehati anaknya : jangan berbohong, katakan yang benar walaupun kamu bakal dimusuhi
orang Indonesia : jangan menyakiti hati orang, kalau perlu berbohonglah untuk itu
Salam Merdeka!
Robert Manurung // Mei 15, 2008 pada 8:07 am |
ooops…ada yang ketinggalan dikit lagi :
hasilnya :
orang bule jadi saintifik
orang indonesia munafik
itikkecil // Mei 15, 2008 pada 8:29 am |
@tintin
makanya saya sebel sama orang yang suka bohong
@Robert Manurung
kayaknya orang di sini memang takut melawan arus ya pak?
andygoblin // Mei 15, 2008 pada 12:28 pm |
AYO LAH LIAT SITUS: Axxyc.com
(Komunitas Indo, ga perlu register)
tc // Mei 16, 2008 pada 5:03 am |
berikanlah kesempatan ia untuk bertobat..
untuk memperbaiki kesalahan2…
*alim.com
itikkecil // Mei 16, 2008 pada 6:47 am |
@tc
baiklah bu…..
*manggut-manggut takzim*
ghozan // Mei 16, 2008 pada 7:24 am |
saya lebih suka orang jujur… jujur paling gak suka orang gak jujur or suka melebih2kan…
itikkecil // Mei 16, 2008 pada 8:21 am |
@ghozan
me too
gajahkurus // Mei 17, 2008 pada 5:07 am |
Konon katanya, kebenaran itu kebohongan dikalikan seribu
mataharicinta // Mei 17, 2008 pada 1:45 pm |
bukan lagi dibohongi sama calon suami kan mbak?
itikkecil // Mei 18, 2008 pada 5:34 am |
@gajahkurus
gitu ya
@mataharicinta
gak kok
maminya vaya // Mei 18, 2008 pada 5:35 am |
Saya pernah pnya temen, orangya suka nipu. Omong besar, sampai2 kita julukin Big Fat Liar. Susah-2 gampang menghadapi org kayak gini, jd memang tdk usah terlalu ditanggapin. Tp klo sudah merugikan kita, baru harus dijeplak langsung.
itikkecil // Mei 18, 2008 pada 5:36 am |
@maminya vaya
iya… kalau saya, selama tidak merugikan saya terserah dialah
harriansyah // Mei 19, 2008 pada 6:56 am |
tapi berbohong kadang2 diperlukan
nindityo // Mei 19, 2008 pada 11:50 am |
lho ternyata gak boleh bohong tho… kirain kalo jadi blogger boleh bohong… (Roy’s ternyata kamu berbohong !!
)
juliach // Mei 19, 2008 pada 2:32 pm |
Bener-bener deh ceritaku itu bokan bohong-bohongan! Wakakakak
miekeranda // Mei 20, 2008 pada 6:16 am |
No body’s perfect mbak Itik… Jadi kalo saya jadi mbak… I might give him/her the second chance to change into a better person…
Mungkin malah mbak Itik ditempatkan disampingnya, untuk mengingatkan dia kalau dia sudah keluar dari jalur. Sahabat yg baik adalah sahabat yang membantu sahabatnya… to put them back on the right track… supaya sahabat itu bisa kembali jalan dijalur yg benar…
You know… As a human being… we do make mistakes right?… Saya sendiri juga sering melakukan kesalahan, dan saya merasa beruntung kalo ada sahabat2 saya yang mengingatkan saya untuk kembali kelajur yang benar… I’d be more than happy if I had a friend like that…
Termasuk postingan ini… membantu saya berkaca… ahhh, barangkali saya juga pernah melakukan kesalahan yang sama… jadi bisa mawas diri lagi..
Makasih ya itik GEDE (dah gak kecil lagi)… nice posting..
itikkecil // Mei 21, 2008 pada 4:15 am |
@harri
asal jangan jadi kebiasaan aja
@nindityo
gyahahaha…. jadi siapa yang bohong nih??
@juliach
saya percaya jul
@miekeranda
masalahnya dia bukan sahabat saya. sudah disindir dan diingatkan berulangkali oleh teman-teman yang lain malah marah-marah
ninoy // Mei 22, 2008 pada 2:38 am |
aku sering tuh boongin temen2 dengan mendramatisir cerita yang anehnya mereka percaya ajah, misalnya saya ngesot pergi ke kampus, eh mereka percaya ajah…. entahnya kenapa, sampe akhirnya kalo saya curhat mereka suka tanya “noy, ini lagi serius, apa ngisengin kita doang?” huahuahua oh baby realita dan drama itu beda tipis…
itikkecil // Mei 22, 2008 pada 2:49 am |
@ninoy
tapi beneran lo…. kalau misalnya kebiasaan boong orang lain akan bertanya-tanya apakah yang kita katakan itu beneran atau boong
kagendra // Mei 23, 2008 pada 7:53 am |
blogwalking aja neh
tapi tau ngga sih sakitnya kalo kita udah jujur banget tapi tetep dianggap boong………………………………………………………………………………….ambil ambil pot gede lemparin keatas dan sambut dengan kepala sendiri…………….itu rasanya
kniapril // Juni 11, 2008 pada 1:14 pm |
@kagendra
perasaan Euro 2008 itu yg disundul bola, bukan pot
itikkecil // Juni 16, 2008 pada 4:57 am |
@kagendra
saya tahu perasaan itu.
@kniapril
*ngakak*
japspress // Juli 14, 2008 pada 4:10 pm |
Jadi inget cerita wolf man yang selalu berteriak “Adaa Serigalaa!!!” untuk bikin orang panik, padahal gak ada serigala disana. Sampai suatu hari dia benar-benar dikejar serigala betulan, namun tak ada yang percaya hingga ia mati dimakan serigala karena kebohongan(2)nya sendiri.
salam