It takes two to tango

Untuk seorang teman…

It takes two to tango, saya lebih suka mengartikan kalimat itu seperti ini : bahwa untuk mempertahankan suatu hubungan dibutuhkan dua orang. terlepas dari arti asli idiomnya sendiri.

Saya sendiri percaya bahwa dalam suatu hubungan diperlukan komitmen yang kuat. bahwa kalau saya sudah memutuskan untuk bersama seseorang sebisa mungkin hubungan itu tetap dipertahankan sampai maut memisahkan.

Tetapi itu kan kondisi idealnya, kondisi yang diperoleh akibat saya terlalu banyak nonton film Hollywood yang happy ending. dalam dunia nyata, ternyata tidak sesederhana itu. Bagaimana kalau hanya dirimu sendiri yang berjuang mati-matian dalam mempertahankan hubungan itu tetapi ternyata dia malah tidak peduli sama sekali. bagaimana kalau dia ternyata malah tidak punya keinginan untuk mempertahankan komitmen yang sudah dibuat sebelumnya?

It takes two to tango dear, bagaimana kalau ternyata suatu saat nanti dirimu lelah dan tak bisa menari lagi?

79 pemikiran pada “It takes two to tango

  1. ah, ada tebak-tebakan buat penghibur diri.

    kenapa bangau kalau berdiri pake satu kaki ?

    kalau gak pake kaki ya jatuh… :lol:

    yah, minimal bangau kalo mau berdiri harus pake satu kaki kan… jadi selama masih punya satu kaki bangau masih bisa berdiri … (diulang-ulang membingungkan)

    *elus jenggot*

  2. setuju, Tinker…..
    post yang singkat tapi ngena bgt..
    gw setuju sama pendapat lo, ngapain jalanin kl cuma kita yang serius menari, tapi yang lain tidak. it takes two to tango

  3. It’s time to cool down …
    Kontemplasi …
    merenung …
    bertanya perlahan …
    Is he / she “the one” ???

    If Yes … sabar …
    If No … say good bye baik-baik …
    then learn …

  4. Been the one whose getting so tired to tango.
    Thx God at last I could talk to my dance partner.
    And he said he will try to find a new tango style.
    It really takes two to tango.
    But it needs any of us to motivate one another.

  5. kalau yang satu sdh tidak mau mempertahankan lagi ya sudah utk apa dipaksakan dari pada hubungan itu atas dasar terpaksa dan bukan kasih sayang, beda halnya jika hubungan itu dipertahankan untuk sesuatu yang lebih baik dan lebih penting maka sadarkanlah dia

  6. *ngakak dan kagum baca komen*

    selagi masuk akal, bertahan itu sangat dianjurkan,siapa tau pengorbanan nya bisa membuat dia “terlihat”.
    Kalo ujung2nya tetep kudu bubar, paling ngga ke depannya ga ada penyesalan bahwa kita udah berusaha semaksimal mungkin..:D

    emang ada baiknya belajar nari saman..*disiram aer raksa*

  7. sebetulnya setuju.. tapi kadang yang satunya lagi bukannya ga mau nari, cuma butuh diyakinkan dan dibujuk (lagi manja ceritanya..) untuk menari bersama lagi..

    klo lelah, berarti saatnya switch lagu sejenak.. ganti yang lebih slow..
    klo masih lelah, berarti kurang energi.. saatnya ngemil tang* (lho, ko jadi iklan..)

  8. baru baca :)

    yep, bener banget mbak. Dan kalau cuma 1 saja yang berjuang, hubungan itu sebenernya tidak ada, baru setelah 2-2nya berjuang, ada sebuah hubungan. Kalau ketika yang 1 itu berjuang sendirian dan lelah, semua berakhir. :)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s