Itik Kecil

It takes two to tango

April 22, 2009 · & Komentar

Untuk seorang teman…

It takes two to tango, saya lebih suka mengartikan kalimat itu seperti ini : bahwa untuk mempertahankan suatu hubungan dibutuhkan dua orang. terlepas dari arti asli idiomnya sendiri.

Saya sendiri percaya bahwa dalam suatu hubungan diperlukan komitmen yang kuat. bahwa kalau saya sudah memutuskan untuk bersama seseorang sebisa mungkin hubungan itu tetap dipertahankan sampai maut memisahkan.

Tetapi itu kan kondisi idealnya, kondisi yang diperoleh akibat saya terlalu banyak nonton film Hollywood yang happy ending. dalam dunia nyata, ternyata tidak sesederhana itu. Bagaimana kalau hanya dirimu sendiri yang berjuang mati-matian dalam mempertahankan hubungan itu tetapi ternyata dia malah tidak peduli sama sekali. bagaimana kalau dia ternyata malah tidak punya keinginan untuk mempertahankan komitmen yang sudah dibuat sebelumnya?

It takes two to tango dear, bagaimana kalau ternyata suatu saat nanti dirimu lelah dan tak bisa menari lagi?

Kategori: Sehari-hari · gak jelas · gak penting

78 tanggapan so far ↓

  • edy // April 22, 2009 pada 3:05 am | Balas

    one said: in order to be walked on, you have to be lying down. when it comes to a break, than you should take a litttle moment :)

    tapi tetep sih, andai semua semudah itu yaa :lol:

  • itikkecil // April 22, 2009 pada 3:16 am | Balas

    errr…. masalahnya yang bersangkutan memutuskan untuk tetap bertahan walaupun apapun yang terjadi….

  • itikkecil // April 22, 2009 pada 3:18 am | Balas

    mungkin itulah sebabnya… karena memang tidak mudah when it comes to a break….

  • Ade // April 22, 2009 pada 3:20 am | Balas

    Jika lelah istirahat dulu sebentar
    inhale
    exhale
    trus baru nari lagi
    dengan semangat baru
    narinya jadi lebih bagus deh
    *omong apa sih sayah inih hehehehe*

  • Chic // April 22, 2009 pada 3:28 am | Balas

    istirahat Mbak… rehat…

    tapi ya… it won’t easy anyway :|

  • ansella // April 22, 2009 pada 3:49 am | Balas

    ganti lagu aja jeng, tango emang bikin cape, malah klo nda biasa bisa keseleyo itu pinggangnya ‘ngawur’

    ‘dipentung’

  • itikkecil // April 22, 2009 pada 3:49 am | Balas

    @Ade & Chic
    semoga yang bersangkutan mau membaca komen yang ada di sini…

  • itikkecil // April 22, 2009 pada 3:58 am | Balas

    @Ansella
    ganti jadi lagu apa? dangdut?

  • serdadu95 // April 22, 2009 pada 4:04 am | Balas

    Kalo mau terus berlanjut…, salah satunya harus mau mengalah.

  • Takodok! // April 22, 2009 pada 4:16 am | Balas

    Semoga temennya mbak ira bisa memutuskan yang terbaik :)

  • itikkecil // April 22, 2009 pada 4:25 am | Balas

    @serdadu95
    yang jadi masalah adalah saya melihat salah satu pihak sebenarnya tidak terlalu serius… jadinya berat sebelah

    @Takodok!
    amin….

  • biyung nana // April 22, 2009 pada 4:26 am | Balas

    ‘break’ bukan berarti ‘the end’ kan?

  • ade // April 22, 2009 pada 4:38 am | Balas

    hmm,,,
    sulit,,,,,
    jadi inget buku he’s not that in to you :D
    (he bisa juga diganti she)

  • *hari // April 22, 2009 pada 6:15 am | Balas

    betul, untuk berhubungan memang butuh komitment kuat.
    Kalo ngga kuat ya ngga usah aja.. :lol:

  • Catra // April 22, 2009 pada 6:19 am | Balas

    aarrgghhh…. hubungan yang ideal sangat susah ditemui sekarang mbak… :(

  • Ina // April 22, 2009 pada 6:24 am | Balas

    hehehe…intinya stop the drama pliss..! :P
    Back to real life…dont be blind because of love.

    *jah….mudah2an ga salah tulis*

  • Raffaell // April 22, 2009 pada 6:46 am | Balas

    Ya menurutku komitmen itu ngga bisa kuat dengan sendirinya, jadi kalo mikir nyari orang yang memiliki komitmen yang kuat, u’ll only knew whent its time….. tapi kalo kita yang bikin orang itu jadi mau berkomitmen “dengan kuat” baru aku setuju….

  • warm // April 22, 2009 pada 6:52 am | Balas

    ente hebat nari tango toh, ra ? ck ck ck
    kalo blum jatoh memang gak akan tau rasanya sakit, kali ya

  • ninoy // April 22, 2009 pada 7:56 am | Balas

    kayanya temen mba ira itu blom sampai ke turning point dimana dia merasa harus memulai semuanya dari awal dan memperbaiki kesalahan yg ada sehingga berani utk ambil keputusan break ato putus misalnya :)
    aku pernah berusaha sendiri utk mempertahankan hubungan.. berat? iya, cape? iya, makan hati? iya tp smua itu g berasa saat kita blom sampai di turning point itu *blah ceramah ini namanya*

  • cK // April 22, 2009 pada 8:44 am | Balas

    ah… *tertohok* :|

  • manusiahero // April 22, 2009 pada 8:52 am | Balas

    lelah,bosan apa nmnya lagi..pasti ada tapi bisa diatasi bila kita bisa mengahapinya dengn berpikir positif… :D

  • mas stein // April 22, 2009 pada 9:38 am | Balas

    menurut saya postingan ini terlalu banyak kata “bagaimana” yang dihubungkan dengan “masa akan datang”, ndak ada yang tau mbak, itulah salah satu nikmatnya hidup, kita ndak tau apa yang akan terjadi besok.

    jalani apa yang sampeyan yakini, dan besok yang akan terjadi, terjadilah…

  • desty // April 22, 2009 pada 10:39 am | Balas

    It takes two to tango dear, bagaimana kalau ternyata suatu saat nanti dirimu lelah dan tak bisa menari lagi?

    then..we don’t have to dance..maybe we could take a sit togeteher and just listen the tango music

  • christin // April 22, 2009 pada 10:46 am | Balas

    aku akan berhenti sejenak meninggalkannya bermain dengan dunianya sendiri, melihatnya dari jauh kemudian mendatanginya lagi.

    menggandeng tangannya pelan, dan membawanya kembali menari.

  • abeeayang // April 22, 2009 pada 12:59 pm | Balas

    yang jelas gak sampe minum baygon kan mbaks? :mrgreen:

  • Hajier // April 22, 2009 pada 1:04 pm | Balas

    Kita tidak pernah tahu apa perasaan kita dengan orang lain sama, sama-sama punya rasa yang sama?!

  • jensen99 // April 22, 2009 pada 1:18 pm | Balas

    Saat yang satu melepaskan pegangan dan jatuh, meskipun itu atas keinginannya sendiri, itu juga berarti bahwa pasangannya gagal memegangnya…

    Itulah mbak, susah tuk diakui, tapi ’situasi yang tak tertolong lagi’ itu memang selalu bisa ada… :|

    @ cK

    tertohok kenapa? :mrgreen:

  • edratna // April 22, 2009 pada 1:33 pm | Balas

    Betul itik kecil…dibutuhkan dua orang untuk mempertahankan sebuah hubungan…..

  • Domba Garut! // April 22, 2009 pada 1:51 pm | Balas

    Memang skenario seperti itu dalam kehidupan nyata banyak sekali, kuncinya ada di individu masing-masing.. sekiranya memang si partner tadi tidak berupaya sebanding terhadap “duet” nya.. ibarat sebuah pesta dansa – someone else will cut in and replace him/her.

    It sucks but that’s life.. though I hate to be the one got cut in :D

  • riken // April 22, 2009 pada 2:36 pm | Balas

    Hubungan itu akan berdiri sama kuat kalau kedua belah pihak saling menjaga dan respect each other.
    Kalau enggak??
    Yang ada cuma bikin kesehatan jiwa salah satu pihak terganggu hebat.
    Karena dunia nyata gak sama dengan fairy tale.

  • Harri // April 22, 2009 pada 3:32 pm | Balas

    sudah lama tidak mampir kesini

    *ketok2 pintu*

  • Farijs van Java // April 22, 2009 pada 5:14 pm | Balas

    komitmen, ya? ah, jadi ga enak nih ngomonginnya. lom berpengalaman. hwehe…

    v(^_^)

    mungkin lebih baik lagi kalau dua orang saling berkomitmen dengan alasan karena Yang Maha Bijaksana…

  • Billy Koesoemadinata // April 23, 2009 pada 3:20 am | Balas

    dalam sebuah hubungan memang ditentukan oleh dua orang,, tapi juga pertimbangkan lingkungan yang berada di sekelilingnya..

    anyway,, kalo udah capek nari.. ya ganti ajah bentuk tariannya.. jangan tango lagi.. :D

  • iman brotoseno // April 23, 2009 pada 5:54 am | Balas

    gimana kalau lambada…??

  • Itik Bali // April 23, 2009 pada 6:18 am | Balas

    pertanyaan yang sulit mbak
    kalo saya lelah menari saya akan istirahat
    tapi bila saya sudah tak sanggup menari lagi
    maka saya akan berhenti menari
    mungkin saya akan cari kegiatan lain

  • itikkecil // April 23, 2009 pada 8:14 am | Balas

    @Biyung Nana
    sepertinya gak bakalan kejadian Na…

    @ade
    harusnya saya bilang gitu De… He’s not into you…

    @*hari
    saya lebih suka bilang gini, dua-duanya harus punya komitmen yang sama untuk mempertahankan suatu hubungan…

    @Catra
    tidak ada yang namanya hubungan ideal itu. dalam suatu hubungan pasti akan ada pasang surutnya. tetapi apa yang terjadi kalau hanya satu orang yang berjuang dan yang satunya lagi malah tidak peduli?

    @Ina
    well… apparently, she’s already blind because of love…

    @Raffell

    u’ll only knew whent its time

    I think she knew that he’s not the one but she denied it….

    @warm
    grrr…. saya gak nari tango… haruskah terjatuh dan babak belur dulu baru sadar?

    @ninoy
    beruntunglah dirimu sampai di turning point itu…. tapi sepertinya tidak akan ada turning point, dan kalaupun ada mungkin sudah terlambat

    @cK
    tertohok kenapa Chik? ini ada hubungannya kah dengan pacarmu si Dimas itu?
    *masih dongkol gara-gara april mop*

    @manusiahero
    mungkin memang benar… hanya bisa dihadapi dengan cara bersikap positif

    @mas stein
    tidak berhubungan dengan masa yang akan datang kok… saya cuma tidak ingin terlalu kejam dengan menulis : pasangan lo tuh brengsek dan lo tau soal itu tapi lo tetep aja menganggap kalau hubungan lo baik-baik saja…

    @desty
    jadi maksudnya istirahat sebentar kan?

    @christin
    tapi tetap dirimu kan yang menariknya lagi? ;)

    @abee
    gak segitunya sih…

    @Hajier
    memang kita tidak akan pernah tahu perasaan seseorang. tapi kalau orang itu sudah menunjukkan secara eksplisit perasaannya?

  • itikkecil // April 23, 2009 pada 9:07 am | Balas

    @Jensen99
    kalau situasimu sendiri tidak tertolong, apalagi yang akan dirimu lakukan?

    @edratna
    iya bu… butuh dua orang

    @Domba Garut!
    itu yang tepat kang…. cut saja…

    @riken
    saya cuma bisa berdoa agar yang bersangkutan kuat…

    @Harri
    masuk aja kalee

    @Farijs
    itu yang paling ideal

    @Billy
    ganti jadi tari apa Bill

    @iman brotoseno
    ya ampyun mas… sudah lama sekali saya gak denger tarian lambada…
    dasar angkatan jadul

    @Itik Bali
    dan menendang si pasangan pergi dari hidupmu?

  • hawe69 // April 23, 2009 pada 9:52 am | Balas

    .. benar tuh.. 2 for tango,
    3 for threesome, a bunch for folk dancing.. :D

    Memang susah kalo orang sudah terobsesi, sulit jadinya membedakan sebenarnya CINTA ato BUTUH.

    Semoga temannya sadar yah.. :)

  • titiw // April 23, 2009 pada 3:04 pm | Balas

    Then you shouldn’t name it “Tango”.. Since it doesn’t take two..

  • jensen99 // April 23, 2009 pada 4:09 pm | Balas

    kalau situasimu sendiri tidak tertolong, apalagi yang akan dirimu lakukan?

    Saya sih, pasrah saja mbak. Tidak tertolong is tidak tertolong. :(

    detail lebihnya nanti japri saja ya, mbak. ;)

  • novnov // April 23, 2009 pada 7:03 pm | Balas

    banyak mbak yang seperti ini….ibarat rumah tiang yang tegak hanya sebelah…tapi balik ke pilihan masing2 kan?….
    *tumben gw komen serius disini*
    kangennnnnnnnnnn ihhhhh

  • arya // April 24, 2009 pada 12:26 am | Balas

    ih promosi wafer tenggo

  • Triana // April 24, 2009 pada 3:58 am | Balas

    iya, bener itu mbak. ah..jd inget divortiarenya ika natassa.

  • Arten® // April 24, 2009 pada 4:29 am | Balas

    kalo narinya 3 orang itu bukan nari tango, tapi poco-poco.. :D

  • sucikeren // April 24, 2009 pada 4:56 am | Balas

    susah juga yah… mungkin ada baiknya direnungkan kembali…

  • ekaria27 // April 24, 2009 pada 5:11 am | Balas

    Kalao lelah…? istirahat bentar..
    nanti menarinya dilanjutkan lagi :)

  • soulharmony // April 25, 2009 pada 2:55 am | Balas

    setubuh,,,,,,,,,,eh setuju sekali

  • syelviapoe3 // April 25, 2009 pada 3:46 am | Balas

    untunglah saya gak begitu suka nari…he..he…

  • mas stein // April 25, 2009 pada 4:31 am | Balas

    ow! maap… :sad:

  • Ly // April 25, 2009 pada 9:21 am | Balas

    > memutuskan untuk bersama seseorang sebisa mungkin hubungan itu tetap dipertahankan sampai maut memisahkan. Bagaimana kalau hanya dirimu sendiri yang berjuang mati-matian dalam mempertahankan hubungan itu tetapi ternyata dia malah tidak peduli sama sekali. bagaimana kalau dia ternyata malah tidak punya keinginan untuk mempertahankan komitmen yang sudah dibuat sebelumnya? <—– buang jauh² co kayak gitu… masih banyak yang lebih baik daripada dia …. Merdekaaaaaaa……. huehuehe

  • ndarualqaz // April 25, 2009 pada 11:31 am | Balas

    ah, ada tebak-tebakan buat penghibur diri.

    kenapa bangau kalau berdiri pake satu kaki ?

    kalau gak pake kaki ya jatuh… :lol:

    yah, minimal bangau kalo mau berdiri harus pake satu kaki kan… jadi selama masih punya satu kaki bangau masih bisa berdiri … (diulang-ulang membingungkan)

    *elus jenggot*

  • latree // April 26, 2009 pada 12:07 am | Balas

    It takes two to tango dear, bagaimana kalau ternyata suatu saat nanti dirimu lelah dan tak bisa menari lagi?

    bernyanyi saja lah…
    :D

  • Aribicara // April 28, 2009 pada 12:09 am | Balas

    Kayaknya ribet jg kl ngebyangin ap yg dirimu alamin ini,tp menrutku ini kn blm brakhr dan anggap sja ini proses. Tp memang sulit :-)

  • ichanx // April 28, 2009 pada 4:02 pm | Balas

    it takes two to tango…. errggghhhh…. but there’s only me since the begining!!! arrrgggghhhhhhhhh

  • -GoenRock- // April 30, 2009 pada 5:51 am | Balas

    Kalau capek nari Tango, nari Saman aja, bisa sambil duduk :roll:

    *dikeplak side A-side B*

  • zee // Mei 1, 2009 pada 12:59 am | Balas

    mana nih, belum balik juga :)

  • harikuhariini // Mei 1, 2009 pada 3:08 am | Balas

    tango itu bukannya yg iklannya “berapa lapis?? ratusannnn..”. itu bukan?! :P

  • nie // Mei 2, 2009 pada 1:28 am | Balas

    tik..postinganmu sengaja menyindirku ya? it takes two tango ya. aku sudah cape nih. stop dulu gak papa kali ya?

  • Alex© // Mei 2, 2009 pada 9:56 am | Balas

    *tertohok*
    .
    .
    .
    *usap-usap dada*

    Ini… nasihat bagus. Bisa jadi ide lagu buat ngejam di studio :mrgreen:

  • priscilla // Mei 2, 2009 pada 4:06 pm | Balas

    setuju, Tinker…..
    post yang singkat tapi ngena bgt..
    gw setuju sama pendapat lo, ngapain jalanin kl cuma kita yang serius menari, tapi yang lain tidak. it takes two to tango

  • Juminten // Mei 4, 2009 pada 8:47 am | Balas

    aaaaaaaaaaarrrrggghh… aku pernah bgt merasakannya! buntut2nya cuma capek… :(

  • natazya // Mei 5, 2009 pada 5:10 am | Balas

    not worth it…

    got a bff like this… tapi susah… those who in love are stupid

    i do too sumtimes :D

  • dita_disini // Mei 5, 2009 pada 7:39 pm | Balas

    saat lelah dan tidak bisa menari lagi…

    mungkin itu saatnya main congklak… *lho*

  • warm // Mei 6, 2009 pada 12:00 am | Balas

    @ itikkecil
    kadang memang musti jatoh dulu baru nyadar,
    kadang begitu

  • nh18 // Mei 6, 2009 pada 3:41 am | Balas

    It’s time to cool down …
    Kontemplasi …
    merenung …
    bertanya perlahan …
    Is he / she “the one” ???

    If Yes … sabar …
    If No … say good bye baik-baik …
    then learn …

  • iromanda // Mei 6, 2009 pada 4:34 am | Balas

    pa kbr ?

  • Uke Poet // Mei 6, 2009 pada 9:20 am | Balas

    Been the one whose getting so tired to tango.
    Thx God at last I could talk to my dance partner.
    And he said he will try to find a new tango style.
    It really takes two to tango.
    But it needs any of us to motivate one another.

  • mbelGedez™ // Mei 7, 2009 pada 2:42 am | Balas

    .
    Tuker nari Cha Cha, kan bisa. Ato kalo hati lagi gembira, Poco-Poco juga boleh….

    ***kalo diimbangi dengan sakit hati, kayaknya house music lebih cocok…***

  • polar // Mei 8, 2009 pada 1:54 am | Balas

    jgn sring nnton pilem holiwud gnti boliwud ajhh..He..

  • masnoe® // Mei 8, 2009 pada 8:42 am | Balas

    mempertahankan hubungan itu tidaklah mudah

    salam kenal ya

  • fickry // Mei 8, 2009 pada 7:48 pm | Balas

    ngesot aja klo ndak bisa nari lagi yuk… wkwk..

  • gnw // Mei 9, 2009 pada 3:10 am | Balas

    kalau yang satu sdh tidak mau mempertahankan lagi ya sudah utk apa dipaksakan dari pada hubungan itu atas dasar terpaksa dan bukan kasih sayang, beda halnya jika hubungan itu dipertahankan untuk sesuatu yang lebih baik dan lebih penting maka sadarkanlah dia

  • winahyu // Mei 9, 2009 pada 3:38 am | Balas

    sabar dan berdoa, pasti dibukakan jalan.
    jika anda yakin dan bersabar pasti hubungan itu akan tetap bertahan dengan anda sebagai pilarnya

  • niken makki // Mei 9, 2009 pada 2:42 pm | Balas

    *ngakak dan kagum baca komen*

    selagi masuk akal, bertahan itu sangat dianjurkan,siapa tau pengorbanan nya bisa membuat dia “terlihat”.
    Kalo ujung2nya tetep kudu bubar, paling ngga ke depannya ga ada penyesalan bahwa kita udah berusaha semaksimal mungkin..:D

    emang ada baiknya belajar nari saman..*disiram aer raksa*

  • Catra // Mei 10, 2009 pada 11:35 am | Balas

    mana apdetannya nih mbak!!!

  • narpen // Mei 21, 2009 pada 12:44 am | Balas

    sebetulnya setuju.. tapi kadang yang satunya lagi bukannya ga mau nari, cuma butuh diyakinkan dan dibujuk (lagi manja ceritanya..) untuk menari bersama lagi..

    klo lelah, berarti saatnya switch lagu sejenak.. ganti yang lebih slow..
    klo masih lelah, berarti kurang energi.. saatnya ngemil tang* (lho, ko jadi iklan..)

  • hikarianna // Mei 22, 2009 pada 12:19 am | Balas

    wa, penulis bgt

  • cameltoe // Juni 19, 2009 pada 6:28 pm | Balas

    wah keren…izin copy yah…

Tinggalkan sebuah Komentar