Itik Kecil

Musicademia

November 4, 2009 · & Komentar

hari ini, atas kebaikan hati Dimas, saya beserta empat orang blogger wongkito lainnya berkesempatan untuk menonton konser musicademia yang diadakan oleh Twilite Orchestra bekerja sama dengan PT. HM Sampoerna dan Universitas Sriwijaya. Thanks to Dimas, kami mendapat id card untuk pers sehingga kami bisa dengan bebasnya masuk ke dalam. dan atas kisikan dari Dimas juga, kami berhasil mendapatkan tempat duduk paling depan. sungguh suatu lokasi yang strategis untuk menonton konser.

Dimas, saya, Lies dan Arie

Dimas, saya, Lies dan Arie

Terus terang saja, saya baru tahu kalau Twilite Orchestra ikut terlibat dalam konser ini setelah mendapatkan id card dari Dimas. awalnya, saya mengira ini merupakan konser tunggal Afgan :lol: Dan ketika saya tahu kalau Twilite Orchestra terlibat di sini saya sangat senang karena sebagai blogger pendengar musik serius saya amat menyukai musik klasik dan opera. dan akhirnya saya berkempatan untuk menyaksikan orkes klasik.

Konser dimulai jam 7.30 tepat dan diawali dengan  sambutan singkat dari Rektor Unsri ibu Badia Parizade. dan tak lama kemudian konser dimulai dengan lagu Indonesia Raya dan Mars Universitas Sriwijaya. sebagai alumnus saya baru  satu kali mendengarkan lagu mars Unsri dan itupun pada saat wisuda :lol: mendengarkan lagu ini diaransemen ulang oleh Singgih Sanjaya, sungguh luar biasa. selain itu, Addie MS mengaransemen ulang lagu Gending Sriwijaya, dan menurut saya aransemen lagu ini mengingatkan saya kembali akan kejayaan Sriwijaya di masa lalu.

IMG_0839

Twilite Orchestra

sesuai dengan tema musicademia tahun ini, bagimu pahlawan, beberapa lagu-lagu bernuansa perjuangan seperti bangun pemudi pemuda, pantang mundur, syukur, padamu pahlawan dan Indonesia jaya dan menurut teman-teman saya, mereka merinding saat lagu-lagu ini dinyanyikan. selain itu ada dua lagu klasik seperti Symphony No. 5 in C minor, op 67 – Beethoven dan Trumpet Concerto in E-flat Major – Haydn.

IMG_0922

Afgan

Kemunculan Afgan menimbulkan histeria di kalangan penonton yang sebagian besar adalah mahasiswa. Afgan menyanyikan lagu Juwita Malam yang entah kenapa mengingatkan saya pada gaya Michael Buble menyanyikan lagu. not bad at all…

IMG_0853

Christopher Abimanyu

Christopher Abimanyu – yang sempat dikira Anggito Abimanyu dan pegawai pemda (menurut cerita Dimas) :lol – tampil menawan saat menyanyikan you raise me up dan Lea Simanjuntak dengan suaranya yang amat bertenaga tampil luar biasa saat menyanyikan pantang mundur, the power of the dreams dan indonesia Jaya.

IMG_0882

Lea Simanjuntak

Salah satu aksi panggung yang paling menarik ditunjukkan Twilight orchestra pada saat menampilkan Bugler’s holiday. trio trumpetis mereka – Eric Awuy, Gatut Santoso dan Aubrey Victoria sempat mengerjai sang konduktor :lol: . aksi kocak juga ditunjukkan anggota orkes lainnya pada saat menampilkan nomor ini.

IMG_0902

trio trumpetis beraksi bersama Addie MS

Berdasarkan buku program, pertunjukan ini diakhiri dengan Independence day suite – David Arnold. tetapi Addie MS mengajak semua penonton bernyanyi bersama lagu satu nusa satu bangsa. saya merinding mendengar koor dadakan semua orang yang ada di dalam ruangan ini.

yeah, standing ovation saya berikan buat semua performer yang tampil malam ini. they were totally awesome dan saya berharap semoga saja tahun depan musicademia diadakan lagi di Palembang. sayangnya menurut Dimas, tahun depan giliran akan diberikan buat kota lain *nangis sesenggukan*. Tapi satu hal yang jadi pertanyaan saya, kenapa soundtrack Final Fantasy juga dimasukkan ke dalam konser ini :roll:

Selain itu konser ini juga sangat memperhatikan keselamatan penonton. beberapa hal-hal penting yang perlu diketahui penonton tentang keadaan darurat juga diinformasikan. mungkin buat beberapa orang hal ini tidak penting, tapi menurut saya hal ini menunjukkan kalau konser ini benar-benar memikirkan keselamatan setiap orang yang terlibat.

All photos taken by : Yoko – yang terpaksa memakai kamera saya karena kunci mobilnya ketinggalan di mobil dan sebagai akibatnya tidak bisa menggunakan kameranya sendiri, sabar ya dek nanti kakak beli kamera baru *lhooo*. Mohon dimaafkan kalau ada foto-foto yang tidak terlalu jelas karena selama konser berlangsung tidak diperbolehkan untuk menyalakan flash atau blitz pada saat mengambil gambar.

sekali lagi, terima kasih buat Sampoerna dan Dimas tentunya. karena kalau tidak dengan bantuan Dimas belum tentu kami bisa menonton Afgan dari jarak 3 meter saja *lebay mode on*

IMG_0953

Arie, Dimas, Lies, Yoko dan Ivan

 

 

Kategori: Sehari-hari · konser · wongkito

33 tanggapan so far ↓

Tinggalkan sebuah Komentar