#159 itikkecil dan telpon tengah malam

8 Juli 2009 : Jam 00.30 pagi hp saya berbunyi. it was from my better half. Dia bukan termasuk orang yang suka menelpon untuk mengatakan hal-hal tak penting. Dan yang terjadi pagi itu sampai sekarang masih tergambar dengan jelas dalam ingatan saya. Kalimatnya singkat saja, “Ra, bapakku meninggal.”

It was a devastating news for both of us. Dan sejak saat itu, saya selalu mengangkat telpon meskipun di tengah malam, siapa tahu ada kabar penting dan mendesak yang perlu saya ketahui. meskipun harus diakui saya seringkali cemas bila mendapat telpon malam-malam. Therefore no news is good news :D

Beberapa waktu yang lalu, ada salah satu nomor yang bolak-balik mengsms saya meskipun saya tak tahu itu nomor siapa. karena cuma sms akhirnya saya abaikan saja. hal yang sama juga berlaku untuk sms-sms nyasar yang ujung-ujungnya cuma mengajak kenalan. emangnya saya perempuan apaan? *eh*

Tapi yang terjadi semalam membuat saya benar- benar jengkel. Bayangkan saja, nomor tak dikenal itu menelpon jam setengah dua malam dan ketika diangkat langsung ditutup.  Entah ABG iseng atau tante-tante girang/om-om senang yang kurang kerjaan yang masih punya energi untuk menelpon orang tengah malam. Dan SMS yang menyusul selanjutnya benar-benar juara “ae Lom Tdur Z…”. Menulis bahasa Indonesia yang lancar pun tak bisa…

Well, I have my own limit. sms, I still tolerate that. but midnight phone call? you might think that was fun and funny. but I didn’t, I don’t and I won’t think so. And here’s my advice to you : GET A LIFE! period

14 thoughts on “#159 itikkecil dan telpon tengah malam

  1. Bukan tengah malam, tapi berkaitan dengan paragraf 2 dari terakhir. Saya kaget luar biasa ketika nomor hape Indo yang baru beberapa jam saya beli ketika pulang kampung beberapa bulan lalu mendapat sms dari nomor tak dikenal. Apa temen saya? Saya baru kasih tahu nomor itu ke 1-2 orang aja. Saya jawab, “Maaf ini siapa ya?”. Dibalasnya, “q ****, kmu capa e??” (**** = nama)

    Ealah roda “keberuntungan” :lol:
    Saya ada ide untuk berpura-pura jadi bapak polisi, tapi malas. Toh saya pikir dalam ~10 hari nomor itu ga saya pake lagi :lol: (akhirnya saya pake lagi 1 hari waktu ngunjungin temen di Batam)

    Anyway, apa yang Mbak Ira lakukan terhadap orang di paragraf 2 itu? :D

  2. Baiklah, saya akan mengambil kehidupan. *loh*

    Telepon tengah malam? Apa karena murah ya? Eh, masih zaman gak sik?

    Kalau ada nomor-nomor iseng semacam itu, dulu aku kasih ke seorang kawan. Terus nanti kawan itu membombardir nomor itu dengan SMS yang banyak. Jebol dah tuh hapenya. :D

  3. GET A LIFE! period !

    Setujuuuu !!!
    Sepertinya mereka tidak punya kehidupan sosial …
    Mereka hanya senang hidup di alam frekuensi …
    dan ini menyedihkan sekali …

    salam saya Tik …

  4. @lambrtz
    nomornya langsung saya blok :D

    @christin
    *puk-puk Christin*

    @Farjis
    pengen juga kalau ada program yang bisa membombardir nomor itu pake SMS :D

    @Dora
    sudah pernah bikin :D
    jadi gimana?

    @amirul
    tapi kalau mengganggu orang lain, bagaimana?

    @ansella
    ngapain nyemplung ke sumur?

    @nh18
    memang menyedihkan om. seperti tak ada kegiatan lain saja

    @Imelda
    kalau telepon penting saya setuju mbak. tetapi kalau teleponnya iseng, itu benar-benar menyebalkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s