sendiri

Pada dasarnya saya lebih suka melakukan segalanya sendiri bahkan untuk hal-hal yang katanya orang Indonesia paling malas untuk melakukannya. Makan sendirian? biasa saja ah. tak mungkin saya harus kelaparan karena tidak ada orang yang menemani saya makan. melakukan perjalanan sendirian? perjalanan paling jauh yang pernah saya lakukan sendirian adalah ketika saya ikut konferensi di Kobe beberapa tahun yang lalu. Nonton film sendirian? ini sering sekali. pacar saya tak suka nonton film di bioskop, membuang-buang uang katanya. sementara teman-teman saya belum tentu sudi menemani mengingat pilihan film yang saya tonton.

Jadi pada dasarnya saya suka sendirian karena bisa melakukan apa saja yang saya sukai tanpa harus memikirkan pilihan orang lain yang bersama kita. Karena menurut saya jika kita pergi dengan orang lain, seharusnya kita juga mempertimbangkan keinginan orang tersebut. iya kalau cocok dengan keinginan kita. kalau tidak?

Dan kalaupun saya karaoke sendirian seharusnya tidak menjadi hal yang aneh. mengingat hal ini dilakukan oleh beberapa teman saya *lirik Ichanx dan Goenrock*. Tapi kenapa saya merasakan tatapan iba dari waiter yang melayani saya di tempat karaoke siang ini. apalagi karena saya memesan dua gelas minuman. soalnya wajib pesan minimal dua gelas minuman. coba kalau enggak! *eh*. Mungkin mereka belum terbiasa menerima tamu yang karaoke sendirian. padahal kalau diingat-ingat ada enak dan tidak enaknya. enaknya adalah saya bebas memilih lagu manapun yang saya sukai dan tidak harus takut kalau suara saya tidak enak didengar. sementara tidak enaknya adalah: saya kebingungan untuk memilih lagu apa yang harus saya nyanyikan lagi sehingga waktu satu jam itu rasanya lama sekali.

8 gagasan untuk “sendiri

  1. karena bisa melakukan apa saja yang saya sukai tanpa harus memikirkan pilihan orang lain yang bersama kita.

    Akur. Memang ini sisi paling enak kalau sendirian. Apakah itu pacar, teman, saudara atau suami/istri, ada kalanya butuh kesendirian untuk hal-hal yang ingin dilakukan/dinikmati tanpa banyak pertimbangan.

    Tapi kenapa saya merasakan tatapan iba dari waiter yang melayani saya di tempat karaoke siang ini.

    Karena dalam kepala mereka -yang mungkin sama seperti pernah kutemui- ada tuduhan, rasa iba, penasaran, heran, dan sok tahu: betapa kesepiannya orang ini. Ah. Itu memang menyebalkan. Sama saja, apakah itu di tempat karaoke atau restoran/cafe yang konon cuma buat pasangan.
    *karaoke di kolom komentar*

    • nampaknya mereka harus dibiasakan untuk melayani orang yang datang sendirian Lex. sejujurnya saya merasa rugi juga. bayangkan saja tempat berkapasitas lima orang itu hanya diisi oleh saya sendirian saja. coba mereka menyediakan tempat untuk berkaraoke sendirian

  2. Aku pernah itu di satu restoran di Medan, datang sendirian. Lapar berat. Dan cuma itu tempat yang dekat dan buka dari pengangkutan (maklum, itu restoran bagian dari hotel Polonia, buka 24 jam). Eh, ditanya pula: Sendirian?
    Ini nggak sopan sih benarnya. Mau dijawab: “Nggak, sama malaikat di kiri dan kanan, anda mau kenalan?”, nanti jadi panjang urusan. Sudah, jawab saja: Ada kawan. Memang kenapa gitu kalau sendirian? Waktu di masa lajang, sering juga dulu nonton bioskop di Medan, dipandangi gitu. Kayak kasihan atau iba. Prihatin. Duh.

  3. saya paling suka belanja sendirian… soalnya enak bisa ke mana aja sesuka hati, tanpa memikirkan orang yg menemani merasa bosan atau ngga :P
    tapi kalau karaoke sendirian belum pernah karena mahal lalu sepertinya akan habis waktu untuk pilih lagu… kalau banyakan kan biasanya pilih2 lagunya waktu giliran orang lain lagi nyanyi jadi waktu karaokenya bisa digunakan semaksimal mungkin <– #gamaurugi

  4. awalnya saya juga bgtu, menjalin hubungan dengan orang yang tidak bgtu suka dengan film bioskop, dan saya nonton sendiri sebelumnya, tapi pada akhirnya dia sendiri yang menyesuaikan untuk ikutan nonton film, :D

  5. Hwehe. Sama sih, pada dasarnya aku juga manusia solitaire, lebih suka melakukan sesuatu seorang diri. Namun sekarang-sekarang ini sifat solitaire itu sedikit demi sedikit terkikis karena ternyata sekarang ada beberapa hal yang enggan kulakukan seorang diri. Misalnya saja menelepon. :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s