Hari ini twitter diriuhkan dengan kasus penjebakan yang dilakukan oleh oknum polisi terhadap seorang pengendara mobil dengan cara menaruh obat yang diduga narkoba di dalam mobil tersebut. Kalau mau tahu detilnya baca di portal berita online saja ya pasti banyak.
Seperti kebiasaan orang Indonesia yang cepat panasan dan gampang menghujat dengan segera polisi dicaci maki. Jangan salah, saya juga tidak setuju dengan penjebakan yang dilakukan oknum polisi. Tetapi kemudian menurut saya menjadi aneh ketika hujatan juga dilakukan terhadap oknum polisi yang dituduh menjebak dengan cara misalnya bersembunyi di semak-semak dan tiba-tiba muncul ketika ada pelanggaran.
Ada logika yang salah di sini. Ketika kita mengatakan bahwa polisi harusnya mencegah pelanggaran alih-alih sengaja membiarkan pelanggaran itu terjadi kemudian untuk ditilang. Kalau kita tidak melanggar aturan, kenapa harus cemas. Harusnya ada atau tidak ada polisi kita tetap mematuhi aturan lalu lintas. Bukan patuh hanya karena takut ditilang.
Oleh karena itu menurut saya adalah hal yang aneh karena dipergoki polisi karena melakukan kesalahan dan lantas marah-marah. Lebih aneh lagi ketika ternyata mengajak damai polisi dan mengumpat lagi ketika ternyata polisinya minta uang lebih.
Jadi pesan hari ini adalah: kalau memang melanggar gak usah nyolot deh. Kalau memang kita patuh dengan aturan dan polisinya cari-cari masalah, mari kita getok rame-rame polisinya.
Oalah, kalo soal cerita polisi yang menjebak naruh narkoba seperti itu sih udah lama…
Ternyata sekarang beredar lagi ya.
Entahlah itu benar atau tidak. Pokoknya buat para polisi, teruslah berbenah diri.
Iya bener Tik …
memang sih ada sementara oknum Polisi yang saya temui sengaja berdiri di tempat yang tidak terlihat … dengan harapan … “ahhaaa … dapaaattt !!!”
Karena mereka tau … ada sementara masyarakat yang tidak taat aturan …
So … mari kita taat aturan … dijamin tak ada lagi yang berdiri di tempat tersembunyi ….
Salam saya Tik
Mengenai menaruh narkoba untuk jebakan ? … ini sih jelas-jelas salah !
Soal polisi “ngumpet” di sini juga ada kok, terutama untuk menjebal yang ngebutnya keterlaluan. Yang bagusnya di sini kalau kita salah masuk jalan (misal seharusnya satu arah/tidak boleh masuk pada jam tertentu) kita pasti diperingati terlebih dahulu. Kalau di Indonesia mah sengaja didiemin supaya ada alasan minta duit. (Pengalaman kena salah masuk jalan krn emang ngga tau… melayang deh 250rb hiks)