stages I have to face when I lose my job

1. Grieving

Err.. di tahap ini biasanya saya sedih banget, kadang-kadang sampai nangis bombay. Yang dilakukan tiap hari adalah meratapi nasib dan curhat sambil nangis-nangis ke si pacar. di tahap ini juga saya tak sudi mampir atau sekadar lewat daerah kantor. terlalu menyakitkan buat saya :( Baca lebih lanjut

#362 rumah

Ada yang mengatakan bahwa rumah adalah tempat di mana hatimu berada. Ketika saya sempat jalan-jalan untuk melihat kehidupan suku anak dalam, kami melihat sekumpulan rumah mereka yang sudah ditinggali. And it’s fascinating me how they honored the mother earth. Lihatlah rumah mereka ini, tidak ada bahan yang didapat dari merusak bumi. atap terbuat dari daun nipah, dindingnya terbuat dari kulit kayu. dan mereka juga tidak menggunakan paku. Sayangnya mereka meninggalkan tempat ini karena tidak suka dengan aktivitas manusia lain. terutama aktivitas kaum ehem kapitalis :D

Baca lebih lanjut

Wajah: Suku Anak Dalam

Selain memoto bunga dan makanan, sesungguhnya saya juga terobsesi memoto wajah orang. Selama perjalanan saya kemarin saya beruntung karena sempat mengunjungi komunitas anak dalam dan bisa mengabadikan wajah mereka, dengan seijin mereka tentunya. Ya… saya sadar foto-foto saya jauh dari sempurna. namanya juga masih belajar *ngeles* Baca lebih lanjut

#322 hari ini

Masih keliling untuk menemukan Suku Anak Dalam yang masih nomaden ke arah Sungai Badak. Sayangnya hanya menemukan bekas tempat tinggal mereka.
Akhirnya kami menuju Gelobak untuk ketemu dengan suku anak dalam yang sudah menetap.
Kalau cerita pemandu kami, SAD yang nomaden itu masih benar-benar terasing. Dan melihat sisa-sisa rumahnya memang kelihatan. Dindingnya dari kulit kayu sementara atapnya dari rumbia. Foto menyusul. Katanya juga kalau ada aktivitas manusia di dekat tempat tinggal mereka, mereka akan pindah menjauh atau masuk ke bagian hutan yang lebih dalam.
Sementara kalau yang kami temui di Gelobak sudah lebih maju. Mereka punya televisi dan parabola di rumah. Anak-anak mereka menggunakan hp dan naik motor ke mana-mana.

#321 hari ini

Naik perahu ke Bungkal.
Bertemu lagi dengan salah satu kepala Suku Anak Dalam.
Meratapi koneksi internet yang busuk. Koneksi internet Telkomsel tewas di Bayung Lencir. XL angin-anginan, kadang lancar kadang tidak. Sayangnya saya tak punya kartu indosat. Atau harusnya saya beli saja?
Malam ini saya memilih tidur sajalah, sepertinya saya terkena flu akibat berhujan-hujan kemarin. Akibatnya memang tugas kuliah terbengkalai, ya sudahlah review Karl Marx minggu depan saja saya kumpul. Semoga dosen saya berkenan.
Btw, setelah bolak-balik menelpon 116, akhirnya kartu halo saya bisa digunakan kembali. Silakan lo ya yang mau mengontak saya. *eh*

#284 hari ini

niatnya sih pengen nulis tentang ‘setannya masih ada kok’. tapi sayangnya kerjaan numpuk. bubaran meetingnya baru jam sepuluh malam ini. apa kabar pacaran? nah, forget it.
jadi yang nunggu review, nanti deh kalau ada waktu luang *inget tugas yang numpuk minggu ini*

#264 perjalanan

Seperti janji saya sebelumnya, postingan kali ini adalah pictorial dari perjalanan saya seminggu yang lalu ke daerah perbatasan Sumatera Selatan dan Jambi dalam rangka penelitian tentang suku anak dalam. Banyak gambar yang jelas dan maafkan saja kalau jadinya berat untuk dibuka. dan juga ada foto saya *uhuk*, entah kenapa saya sekarang suka sekali difoto jadi jangan protes ya. Soal curhat saya selama ikut penelitian ini sudah saya tulis di beberapa post sebelumnya. jadi rasanya tak perlulah saya posting tentang keluhan saya selama di sana.

Baca lebih lanjut