Teri Bajak dan Ekonomi Digital

Saya bertemu Windi Septia Dewi pemilik Teri Bajak Medan ketika X: Media Gathering di Belitung awal Desember lalu. Pada awalnya Windi ingin berwiraswasta tapi masih bingung mau berjualan apa. Setelah melakukan sedikit riset, Windi memutuskan untuk berjualan teri bajak melalui instagram. Dari instagram, penjualan teri bajak Medan terus berkembang sehingga Windi sekarang mempekerjakan orang untuk membuat teri bajak.

Windi Setia Dewi di Mercusuar Pulau Lengkuas

Windi Septia Dewi di Mercusuar Pulau Lengkuas

Baca lebih lanjut

#XLMediaGathering Belitung Day 3

Lanjutan pos sebelumnya,

Pagi ini merupakan hari terakhir berada di Belitung, niat untuk mengejar sunrise lagi-lagi dibatalkan karena hujan deras yang mengguyur pagi hari. Pagi ini langsung check out dari hotel karena siangnya kami akan kembali ke kota masing-masing.

Kong Djie Coffee

Kong Djie Coffee

Baca lebih lanjut

@itikkecil blog di Line

Selama ini saya sering mendapat email dari beberapa pembaca blog sehubungan dengan topik yang saya tulis di sini. Tentu saja saya senang karena itu artinya tulisan saya ini ada yang membaca dan ternyata bisa bermanfaat. Seringkali juga, email yang dibalas kemudian berbalas lagi karena masih ada pertanyaan lanjutannya.

Untuk mempermudah komunikasi *berasa seleb*, saya dibantu oleh Line Indonesia membuat official account alias akun resmi *beneran berasa seleb* untuk mempermudah para pembaca blog ini padahal yang baca dikit apabila ada yang ditanyakan kepada saya. Insya Allah akan dibalas secepat yang saya bisa *mendadak religius*. Selain itu, akun resmi ini secara reguler akan diperbarui kalau saya tidak sempat ngeblog. silakan difollow di http://line.me/ti/p/%40itikkecil atau scan QR Code di bawah ini. Semua updatenya langsung dari hape saya ya *dikepruk massa*

IMG_6138

#XLMediaGathering Belitung Day 2

Lanjutan pos hari pertama.

Hari kedua ini dimulai dengan sarapan pagi di Lor In Resort. Rencana pagi-pagi mau lihat sunrise di pantai depan hotel tinggallah mimpi karena saya terbangun pada saat alarm pagi saya berbunyi di jam 6 pagi. Karena katanya pagi-pagi harus berangkat, jam setengah tujuh saya sudah sarapan pagi, di restoran Lor In.

pantai tanjung tinggi

pantai tanjung tinggi

Baca lebih lanjut

Sushi Tei

Akhirnya sushi tei membuka restoran pertamanya di Palembang. Tidak salah-salah, sushi tei membuka restoran yang berdiri sendiri dan tidak terletak di mall. Pemberitahuan kalau sushi tei bakal buka juga sudah lama tersebar, sayangnya karena proses pembuatan bangunan, pembukaan sushi tei tersalip oleh pembukaan ichiban sushi. Dan pada tanggal 23 Juli 2015, sushi tei membuka pintunya untuk publik. Lokasi sushi tei juga amat dekat dengan tempat saya biasa beredar sehingga buat ke sini tidak terlalu menyulitkan saya.

sushi bar

sushi bar

Baca lebih lanjut

Restoran River side

Tidak bisa dipungkiri, jembatan Ampera dan sungai Musi merupakan ikon Palembang yang paling terkenal. Kalau dulu daerah ini kotor dan kumuh, saat ini pinggiran sungai Musi terutama yang berada di dekat jembatan Ampera sudah tertata dengan cantik. River side merupakan salah satu rumah makan yang berada di pinggir sungai Musi dan menyajikan pemandangan jembatan Ampera.

Jembatan Ampera dari Riverside

Jembatan Ampera dari River side

Baca lebih lanjut

Ichiban Sushi

Sebagai pencinta sushi, adalah penting untuk mencoba semua restoran sushi yang baru buka di Palembang. Kabar tentang bukanya ichiban sushi ini sebenarnya sudah terdengar sejak pertengahan April. Tapi ditunggu-tunggu April berlalu ichibannya gak buka-buka juga. Setiap ke Palembang Icon saya selalu ke lantai 2 untuk memastikan kalau-kalau Ichiban sudah buka.

Di akhir Mei tadi penantian saya akhirnya terjawab *alakh*, ketika pagi-pagi saya melewati PI saya melihat beberapa karangan bunga yang memberikan selamat atas dibukanya ichiban sushi. Tanpa menunggu waktu lagi, hari itu juga saya bersama seorang teman meluncur ke sana untuk makan siang.

Baca lebih lanjut